ISWANDI

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bahaya narkoba sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat, oleh karenanya berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Penyalahgunaan narkoba kebanyakan pada usia remaja atau usia produktif, kalau tidak diatasi maka akan merusak bangsa.

Penyalahgunaan narkoba mempunyai efek yang buruk, baik bagi pengguna ataupun orang-orang disekitar pengguna. Hal itu dipaparkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Brigjen Pol M. Iswandi Hari pada acara sosialisasi penanggulangan bahaya narkoba di lingkungan Pemprov Sumsel, di Graha Bina Praja, Jumat (10/06).

BNN dalam melaksanakan tugasnya, lanjut Iswandi, mempunyai tiga pilar yakni, Pencegahan dan Dayanmas, Rehabilitasi dan Pemberantasan. Sedangkan tiga faktor yang menjadi penyalahgunaan narkoba adalah, diri sendiri, lingkungan, kemudahan mendapatkan narkoba.

Penggunaan narkoba yang dapat mengakibatkan kecanduan pada si pemakai yang akan terasa sakit yang amat sangat bila tidak menggunakan narkoba. “Kadang banyak tidak diketahui oleh orang, yang utama diserang oleh narkoba adalah kerusakan pada otak sehingga kerja tubuh juga tidak berfungsi dengan baik maka akan menurunkan daya tahan tubuh,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk menghentikan kecanduan narkoba itu yang menjadi faktor kuat adalah kemauan diri sendiri. Apapun model rehab atau dosis menurun tetapi tetap kalah dengan model tobat.

“Pada Musrem kemarin, ada 11 provinsi yang Badan Narkotika Provinsi (BNP) yang menjadi prioritas. Di Indonesia ada 34 provinsi yang ada 33 BNP, bersyukur Sumsel tidak masuk dalam 11 provinsi prioritas. Kita tidak boleh terlena, kita harus waspada jangan sampai jebol,” tegasnya.

Harapan Iswandi, agar mampu menekan Prevalensi sehingga semakin hari, semakin tahun dapat menurun. Untuk itulah Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)  agar optimal, tidak hanya dibebankan pada BNNP Sumsel saja tetapi menjadi menjadi tanggung jawab bersama.

“Hari ini dilingkungan Pemerintah Provinsi ada 7 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengikuti sosialisasi, nantinya seluruh SKPD secara berangkai, jadi semuanya mengikuti sosialisasi secara merata,” harapnya.