Detak-Palembang.com KEDIRI – Tanpa batas ruang dan waktu, Pasi Ter Kodim Kediri Kapten Inf Warsito dan Kepala Dusun Besuki Dalimin, tampil dihadapan publik Desa Jugo. Keduanya membawakan dua tembang yang berbeda, sekaligus berbeda juga suara yang dibawakannya, Sabtu (10/11/2018).

Sebelumnya, Kepala Desa Jugo Jayadi sangat berterima kasih atas animo warga Desa Jugo yang berbondong-bondang datang dan menyaksikan Campursari yang diadakan di rumah kediamannya. Ia lantas menjelaskan keberadaan Campursari ini sangat erat kaitannya dengan TMMD yang sudah berlangsung di desanya.

Disamping itu, ia sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah merubah wajah sebagian dari desanya, baik pembangunan jalan lintas desa maupun renovasi RTLH. Ia optimis, apa yang sudah dilakukan hingga saat ini, sangat bermanfaat, khususnya persingkatan waktu transportasi darat dan kondisi rumah yang dulunya agak kumuh, kini telah berubah 180 derajat.

“Jalan sudah dibangun, jarak Desa Jugo ke Blimbing tidak lagi jauh. Yang terpenting, jalan ini dirawat sama-sama, tidak usah ini itu, yang penting jalan ini bisa digunakan kesana kemari dan jangan sekali-kali dirusak, karena kalau rusak, ya kita sendiri yang rugi,” ujar Jayadi.

Sementara itu, Kapten Inf Warsito mengungkapkan terima kasihnya kepada warga Desa Jugo yang turut berpartisipasi maupun turun tangan dalam segala aktifitas TNI didesanya. Target diyakini sudah terpenuhi, tinggal bagaimana memanfaatkannya dengan baik.

“Saya harap semua turut menjaga dan memelihara jalan yang sudah dibangun. Kalau naik kendaraan jangan ugal-ugalan, karena disebelahnya ada jurang. Jaga kecepatan kendaraan, yang penting selamat sampai tujuan,” tutur Kapten Inf Warsito.

Diiringi Campursari Gading Jati, kedua tembang Blitar Kawentar dan Caping Gunung menghangatkan suasana, pasca hujan yang mengguyur dari siang hari hingga sore hari. Kedua lagu ini memiliki kesamaan arah lirik, yaitu patriotisme. Blitar Kawentar dan Caping Gunung sangat cocok diperdengarkan di momentum Hari Pahlawan ini. Hal ini dikarenakan liriknya sejalan dengan apa yang pernah terjadi di masa lampau tepatnya di era merebut maupun mempertahankan kemerdekaan.

Blitar Kawentar dibawakan Kapten Inf Warsito, sedangkan Caping Gunung dilantunkan Dalimin. Warga Desa Jugo seakan ikut terbawa alunan lagu yang mengandung patriotisme. Dari lirik awal hingga akhir, cenderung membawa pendengar ke masa lalu.

Gamelan berbunyi dan suara khas musik daerah Jawa mengalun beriringan. Dinginnya puncak Gunung Wilis terasa hangat sesaat. Guyup rukun TNI dengan warga desa sangat terasa di malam hari ini.