Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Tindak lanjut ditemukannya ikan yang dilarang masuk ke Indonesia, di beberapa daerah Indonesia, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang (BKIPM) melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan no.41 tahun 2014 yang melarang 152 jenis ikan masuk ke Indonesia, di Pasar Burung Palembang, Jumat (06/07).

Sugeng Prayogo, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang (BKIPM) mengatakan, hari ini pihaknya bukan melakukan inspeksi mendadak (sidak) namun hanya melakukan sosialisasi terkait dengan peraturan menteri no 41 tahun 2014.

“Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dari mulai pedagang, kolektor, hobbies untuk bisa menyerahkan ikan-ikan berbahayanya tersebut kepada kami karantina ikan palembang. Kami sudah membuat posko penyerahan ikan-ikan berbahaya mulai tanggal 01 Juli hingga 31 Juli 2018,” ungkapnya.

Lanjutnya, kalau masih memelihara atau memperdagangkan maka sesuai dengan Undang-Undang no 45 di pasal 88 diancam dengan pidana paling lama 6 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

“Harapan kami semua bisa kooperatif menyerahkan ikan-ikan berbahaya tersebut sampai batas waktu yang ditentukan. Seperti saat ini di toko Cinta Alam secara sukarela menyerahkan seekor ikan Aligator dadi 4 ekor ikan yang dimilikinya dan sisanya akan diserahkan pada hari Senin,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah masa sosialisasi, pihaknya menunggu arahan dari pusat untuk menerapkan Undang-Undang dan menindak tegas bagi mereka yang masih memelihara dan memperdagangkan ikan-ikan berbahaya.

“Asal mula ikan masuk dari Amerika Selatan sebelum tahun 2014, artinya sebelum ada aturan tentang larangan masuknya ikan yang berbahaya.emang sejak tahun 80 an sudah ada larangan memelihara ikan berbahaya tapi tidak secara spesifik disebutkan jenis ikannya. Dari hasil laporan yang didapat bahwa belum ada di Sumsel yang berhasil membudidayakan ikan Aligator,” ungkapnya.

Sementata itu Edi Gunawan pemilik toko Cinta Alam, salah satu pedagang yang memiliki ikan Aligator mengatakan, Ikan Aligator yang dimilikinya berasal dari orang yang telah memelihara ikan Aligator ini sejak kecil, karena sudah menjadi besar tidak bisa lagi masuk aquarium  maka dijual kepadanya.

“Jadi mereka menjual kepadanya untuk ditukar dengan ikan jenis lain yang lebih kecil. Ikan yang kami serahkan panjangnya 70 centimeter dengan harga sekitar Rp600.000,” katanya.

Bagi hobbies ikan ini mereka pelihara di kolam, namun ikan ini pertumbuhannya sangat cepat. Ikan Aligator ini makan semua jenis ikan bahkan daging.

“Ini ikan pemangsa, makan semuanya, ikan-ikan kecil, daging, usus ayam. Ikan ini tidak pernah dikonsumsi hanya untuk hias. Ikan ini punya masa hidup hingga 15 tahun,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi ini dirinya akan dengan sukarela akan mengembalikan ikan ini ke Karantina Ikan. Dirinya juga akan menghimbau kepada koleganya yang masih memiliki ikan ini untuk menyerahkan ikan kepada Balai Karantina Ikan.