ilustrasi – pengusaha karet

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Teguh (35) warga Jalan Sungai Belida, Desa Lubuk Sebentuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Polresta Palembang lantaran telah memggelapkan uang milik rekan bisnisnya Lantoni (50), warga Lorong Seroja, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I sebesar Rp 300 juta. 

Penggelapan uang tersebut dilakukan tersangka pada tahun 2012 lalu, dimana antara pelaku dan korban menjalin kesepakatan untuk bekerja sama dalam bisnis jual beli getah karet.

Saat itu Lantoni memberikan uang sebesar Rp 300 juta kepada pelaku. Mirisnya, sejak uang tersebut di transfer, pelaku tidak pernah mengirimkan getah karet seperti yang telah dijanjikan dalam kesepakatan.

“Selama ini, saya percaya saja dengan dia karena sudah lama kenal dan saya anggap saudara sendiri, tetapi dia malah menipu saya,” ucap Lantoni.

Merasa dipermainkan oleh pelaku, Lantoni melapor sekaligus menyerahkan Teguh ke Mapolresta Palembang, Selasa (18/4/17) sore. “Dia ini susah untuk dihubungi, sementara saya sudah banyak keluar uang, makanya saya lapor,” ungkap Lantoni.

Ketika ditanya, Teguh membantah dirinya telah memggelapkan uang Lantoni, menurutnya uang yang diberikan korban sudah dibelikan getah karet dan barangnya itu sudah dikirim ke Lantoni.

“Uang itu sudah saya belikan getah karet, barangnya juga sudah saya kirim kepada dia,” dalihnya.

Lanjut Teguh, getah karet yang ia kirimkan kepada korban secara bertahap, namun harga yang tidak stabil membuat bisnis tersebut mengalami banyak kerugian hingga akhirnya pailit.

“Harga karet turun naik, dan ini tidak sesuai dengan perjanjian. Belum lagi soal karet yang susut saat ditimbang, itu dia tidak mau tau, dibebankan ke saya,” kata Teguh.

Sementara​ itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menerima serahan pelaku penggelapan dan mengamankannya.