Detak-Palembang.com PALEMBANG – Drama Perseturuan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Sumatera Selatan Akhirnya menjadi anti klimaks bagi mularis.  Episode kali ini menayangkan Mularis Djahri Tokoh Sentral dalam kisah ini diberhentikan Oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura.

Bersama Mularis Djahri,  Zakaria Abas Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel ikut diberhentikan DPP partai Hanura dengan SK  No.  SKEP/355/DPP-HANURA/I/2018. Prihal pemberhentian H Mularis Djahri sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumsel dan Zakaria Abas sebagai sekretaris DPP Partai Hanura Sumsel.

Selanjutnya pengangkatan saudara Hendry Zainuddin  sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PARTAI HANURA Provinsi Sumatera Selatan DAN saudara aAbrar Amir sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPD Partai HANURA Provinsi Sumatera Selatan.

Pemecatan ini terkait statmen Mularis Djahri sebagai ketua DPD Partai Hanura yang memerintahkan pengurus dan kader Hanura Sumsel untuk mendukung pasangan Dodi Giri sebagai Calon Gubernur Sumatera Selatan 2018.

Padahal DPD Hanura memerintahkan memenangkan pasangan Herman Deru Mawardi Yahya sebagai pasangan calon kadindat Gubernur Sumatera Selatan 2018.

Ketua Non aktif DPD Hanura Sumatera Selatan Mularis Djahri mengatakan, Sesuai AD ART Hanura, yang mengangkat dan bisa memberhentikan adalah Ketua Dewan Pembina Bapak Wiranto

“Sah – sah saja, Jelasnya DPP tidak bisa memberhentikan karena saya diangkat oleh Dewan Pembina Hanura,”ucap Direktur PT Campang Tiga

Ditambahkannya, Dewan Pimpinan Pusat Hanura jangan sampai melakukan kesalahan dua kali,takutnya nanti Dewan Pembina yang akan membekukan DPP

“Kita serahkan semuanya ke Dewan Pembina,”singkatnya.

Hendri Zainuddin sendiri membenarkan jika dirinya mendapat tugas membenahi DPP Partai Hanura Sumsel.

“Ya Bapak Ketua Umum memberikan amanah kepada saya untuk menjabat Plt Ketua DPD Partai Hanura Sumsel dan saudara Abrar Amir sebagai Plt Sekretaris,” ungkap Hendri Zainudin singkat.