RASULULLAH SAW BERSABDA :

“BARANGSIAPA MEMBACAKAN SHALAWAT PADAKU, DALAM SEBUAH BUKU (MENULIS), MAKA MALAIKAT MEMINTAKAN AMPUN PADANYA, SELAMA NAMAKU ADA DIDALAM BUKU TERSEBUT”.

Pernahkah kita tahu bahwa hanya dengan menulis shalawat saja kita mendapat kemuliaan tak terhingga?

Sungguh mulia orang-orang yang tak merasa bosan menghiasi kitab-kitabnya dengan lafadz shalawat. Terutama para ahli hadits yang tak pernah bosan menuliskan shalawat usai nama baginda Nabi SAW. Dan sungguh sayang orang yang tak mengetahui keutamaan ini.

Bagaimana tidak? Padahal salah satu hadits disebutkan: Rasulullah Saw Bersabda :

“Barangsiapa membacakan shalawat padaku dalam sebuah buku (menulis), maka malaikat senantiasa memintakan ampun padanya selama namaku ada di dalam buku tersebut”.

Ibn Qayyim Al-Jauziyah mengkisahkan bahwa pernah suatu kali ‘Abdullah ibn ‘Abdul Hakam bercerita bahwa ia bermimpi bertemu Al-Imam Asy-Syafi’i.

Lalu ia bertanya padanya : “Apa yang diperbuat Allah padamu?,” tanya Abdullah.

Al-Imam  Asy-Syafi’i menjawab : “Allah SWT mengasihi dan mengampuniku, Dia membawaku ke surga seperti halnya dibawanya pengantin. Dan berbicara padaku seperti layaknya berbicara pada seorang pengantin”.

“Sebab apa engkau mendapatkan kemuliaan ini?”

Lalu ada sebuah suara menjawab pertanyaan Abdullah itu.

“Allah Berkata padamu…Sebab shalawat kepada Nabi SAW yang ada dalam kitab (Ar-Risalah).”

“Bagaimana bentuk shalawat itu?”

Usai bermimpi, ‘Abdullah memeriksa kitab Ar-Risalah karya Al-Imam Asy-Syafi’i dan ia pun menemukannya.

Kitab : “Kufayatul Atqiya”

Bab : Shalawat dan Shighot Shalawat, hal : 16.

Allahhuma sholi ala muhammad wa ala alihi muhammad.