Detak- Palembang.com PALEMBANG – Dengan rampungnya berkas penuntutan perkara illegal loging di Kabupaten Musi Banyuasin, maka tiga tersangka akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Dikatakan Ali Mukartono, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kajati Sumsel) bahwa tersangka RP dan MR telah ditahan di Rutan Kelas I A Palembang sejak bulan November 2017 lalu.

“Untuk berkas tersangka badan hukum UD RC juga sudah rampung dan segera dilimpahkan ke pengadilan. Paling tidak dalam satu pekan ini berkasnya akan kami limpahkan ke Pengadilan,” jelasnya kepada Detak-Palembang.com, Kamis (11/01).

Lanjutnya, sejak lahirnya UU No 18 tahun 2013 Kejati baru pertama kali ini mengungkap kasus pengrusakan hutan. Ia mengatakan, hal ini menjadikan tantangan bagi jajarannya.

“Ini tantangan bagi Aspidum untuk memaksimalkan kewenangan yang telah diberikan oleh UU. Selama ini hukum acara lebih kepada manusia belum kepada badan hukum. Jadi ada kekosongan hukum, kalau nantinya sudah diputus pengadilan maka akan kita jadikan sumber hukum,” ungkapnya.

Ali mengatakan, berdasarkan Pasal 39 B UU tersebut disebutkan bahwa penyidik dari Kejaksaan bisa melakukan penyidikan sendiri untuk melengkapi berkas perkara. Penyidik dari kejaksaan bisa langsung turun ke lapangan untuk melengkapi berkas jika berkas yang dikumpulkan penyidik PNS dari institusi terkait dinyatakan kurang lengkap.

“Dengan begitu, proses menjadi lebih cepat, sehingga tidak ada lagi bolak-balik berkas,” ucapnya.

Modus kejahatan yang dilakukan perusahaan UD RC yakni menjadi badan usaha transaksi penjualan kayu ilegal. Pengembangan kasus ini tidak terhenti di dua tersangka ini dan satu perusahaan ini. Pihak Kejati juga mendalami bagaimana pemberian izinnya, ada kemungkinan akan muncul tersangka baru dalam kasus ini.