Detak-Palembang,com PALEMBANG – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumatera Selatan (Sumsel), Kolonel Inf Imam Budiman, S.E., mengatakan, target utama pihaknya jelang Asian Games XVIII 2018 Agustus mendatang, tidak boleh ada kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kolonel Inf Imam Budiman, S.E., terkait mulai timbulnya titik hotspot atau titik api di sejumlah wilayah di Sumsel akhir-akhir ini, khususnya di Kabupaten OKI. Saat ini mereka melakukan pemadaman secara intens.

“Status siaga merah saat ini sudah ada dalam rencana operasi awal. Kita punya rencana berbeda untuk menyambut Asian Games di Palembang, dan operasi siaga merah itu kita harus mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki Satgas baik darat maupun udara,” kata Kolonel Imam Budiman, Kamis (19/7/2018) saat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel.

Kolonel Inf Imam Budiman juga mengatakan bahwa, Satgas Karhutla 600 personel atau 60 tim yang tersebar di beberapa wilayah yang rawan Karhutla. Dalam setiap tim itu terdiri dari 10 orang yang merupakan gabungan dari TNI, Polri Manggala Agni dan lain sebagainya.

Dansatgas mengaku sejauh ini ada 53 wilayah yang rawan terjadinya Karhutla, dan 33 diantaranya arah angin mengarah ke Jakabaring. Artinya, 33 wilayah ini menjadi perhatian khusus mengingat di Jakabaring ada perhelatan Asian Games.

“Nantinya setiap tim ini menjaga dan mengamankan wilayahnya masing-masing sesuai fungsinya”, ujarnya.

Dalam penanganan Karhutla ditemukan beberapa kendala di lapangan seperti masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk meninggalkan budaya sonor atau membakar hutan untuk membuka lahan. Menurutnya, hampir 90% Karhutla yang terjadi di Sumsel akibat oknum yang membakar hutan.

Diakuinya, masih minimnya kesadaran masyarakat lantaran belum memahami harga diri Sumsel. Karena, dalam perhelatan Asian Games yang dipertaruhkan yakni harga diri Sumsel.

Menurut Kolonel Inf Imam, untuk Satgas darat, pihaknya melakukan operasi pengintaian intensif, dengan tidur di lapangan (hutan). Sementara untuk di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), melakukan inten operasi Serbuan Teritorial yang dipimpin Dandim OKI.

Sementara, operasi Kamtibmas, disiagakan personel di lokasi itu, kalau-kalau dapat lahan terbakar, kita sambungkan kepemilik lahannya dan koordinasi dengan Polda Sumsel untuk meneliti penyebab kebakaran dan lainnya”, ucap Kolonel Imam Budiman, yang sehari-hari menjabat sebagai Danrem 044/Gapo ini.

Dia menambahkan, selaku penanggung jawab terhadap kebakaran lahan di Sumsel, pihaknya tetap melakukan pendekatan ke masyarakat dan bekerjasama dengan semua pihak untuk mengantisipasi sejak dini kebakaran.

Pihaknya sudah menangkap orang dari perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran lahan, dan sudah diserahkan kepihak kepolisian untuk memprosesnya. “Ada dari pihak perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran dan telah diserahkan kepihak penegak hukum”, tandas Perwira Menengah dengan melati tiga dipundaknya ini.

Sementara, Staf khusus Gubernur Sumsel bidangPpenanggulangan Bencana Alam sekaligus Wakil Dansatgas bidang Teknis, Yulizar Dinoto mengaku, munculnya sejumlah titik hotspot di wilayah Sumsel, khususnya di kabupaten OKI, saat ini diupayakan untuk dilakukan pemadaman segera.

“Target kita, secepatnya memadamkan titik hotspot yang muncul kembali di lokasi-lokasi yang ada di Sumsel, dengan operasi darat dan udara”, kata Yulizar.