Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Pembangunan tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga ada pembangunan mental spiritual. Begitu juga pembangunan Kota Palembang Emas Darussalam 2023 yang dicanangkan oleh Walikota Palembang, Harnojoyo.

Harobin Mustofa, Sekretaris Kota Palembang (Sekda) mengatakan, salah satu kegiatan untuk mencapai  Palembang Emas Darussalam 2023 seperti yang dimaksud oleh Walikota Palembang Harnojoyo adalah kegiatan MTQ dan Tahfidz untuk anak-anak tingkat SD/MI dan SMP/MTS.

“Untuk membangun mental spiritual haruslah dimulai dari usia yang masih anak-anak. Selama ini sudah ada MTQ untuk umum dan pesantren, namun ini berbeda karena untuk sekolah Tingkatan SD/MI dan SMP/MTS. Dengan kegiatan ini maka akan didapat qori/qoriah yang nantinya akan mewakili Kota Palembang,” ungkap Harobin di Kantor Dinas Pendidikan Palembang, Jumat (01/03).

Lanjutnya, kalau anak-anak sudah dari kecil diajarkan cinta Al Quran, cinta membaca Al Quran sehingga mentalnya bagus. Dari MTQ ini akan direkrut 50 orang yang akan didik secara khusus oleh Dinas Pendidikan dan akan dibiayai.

“Masing-masing 25 orang untuk tingkat SD/MI. Untuk tingkat SMP/MTS juga 25 orang, nantinya bila ada MTQ antar kabupaten/kota mereka inilah yang akan mewakili. Kegiatan seperti jangan hanya sekali dan bersifat seremonialnya saja, tetapi berkelanjutannya dan akan kita minta bantuan kepada DPRD Kota Palembang untuk anggarannya, apakah dari Diknas atau dari Kesra,” pesannya.

Senanda dengan Sekda Kota Palembang, Ahmad Zulinto Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa pembukaan MTQ dan Tahfidz tingkat pelajar se-Kota Pelembang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Palembang yang diikuti 695 peserta. MTQ dan Tahfidz yang dibuka oleh Sekda  sebagai tindak lanjut atau implementasi jam 0 dan launching Taman Alquran yang sudah dicanangkan Walikota Palembang, Harnojoyo.

“Dari MTQ dan Tahfidz ini kita mencari bibit-bibit yang akan diajar secara kontinyu di Diknas Kota Palembang agar ada peningkatan kemampuan ilmu tajwid dan irama agar mendapat hasil yang terukur,” katanya..

Ia berharap suatu saat nanti  anak-anak ini dapat mewakili Kota Palembang atau mungkin Sumsel, karena sudah dididik secara kontinyu. Setelah terpilih 50 orang yang terbaik, maka anak-anak itu akan didik di Diknas setiap hari Jumat dan Sabtu oleh guru-guru dan semua yang terbaik untuk membaca Al Quran dan Hafidz.

“Untuk anak yang belum terpilih, ini dijadikan motivasi karena masih banyak kesempatan karena mereka masih muda, pada tingkat pendidikan SD/MI dan SMP/MTS,” ucapnya memberi semangat.