Detak-Palembang.com PALEMBANG – Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Sumatera Selatan Beni Hernedi melepas keberangkatan peserta kongres masyarakat adat nusantara ke-V yang akan dilaksanakan di Kampung Tanjung Gusta, Sumatera Utara pada 15-19 Maret 2017.

Kongres masyarakat adat nusantara ke-V (KMAN V) ini merupakan agenda rutin organisasi lima tahunan untuk menentukan rencana strategis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), memilih dan menetapkan dewan nasional dan Sekretaris Jenderal AMAN periode 2017-2022, kata Beni usai melepas peserta kongres di Palembang, Selasa (14/3) seperti diberitakan sumsel.antaranews.com.

Menurut dia, selain itu juga membahas berbagai isu penting menyangkut masa depan masyarakat adat di Indonesia.

Ia mengatakan, sesuai dengan tema KMAN V melakukan perubahan negara dengan tindakan nyata, kita secara khusus mengapresiasi adanya tindakan nyata DPRD Sumatera Selatan atas inisiatif diajukannya Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat yang saat ini sudah memasuki tahap pembahasan dan penelitian oleh panitia khusus (Pansus).

“Saya berpesan kepada peserta utusan kita untuk mengabarkan sekaligus memintakan dukungan semua kawan-kawan se-nusantara yang hadir pada kongres nanti agar Perda ini bisa disahkan dan menjadi sandaran bagi masyarakat adat di Sumsel untuk mengembalikan kepercayaan dirinya dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal kita, memperkuat rasa solidaritas dan kegotongroyongan sebagai karakter utama bangsa Indonesia,” katanya.

Ia menyatakan, apabila ini sudah disahkan maka akan jadi kado manis untuk semua masyarakat adat di Sumsel yang sebelumnya sistem marga sudah pernah dibubarkan, tetapi akan menyatu kembali dengan perda ini.

Sementara Ketua Badan Pengurus Harian AMAN Wilayah Sumatera Selatan, Rustandi Adriansyah menyampaikan, kegiatan itu akan dihadiri sekitar 5.000 peserta yang mewakili 2.272 komunitas adat anggota AMAN, 21 pengurus wilayah (PW), 113 pengurus daerah (PD), tiga organisasi sayap dan tiga badan otonom, serta undangan organisasi-organisasi nasional dan internasional, kedutaan besar, dan Pemerintah Indonesia.

Ia menuturkan, AMAN Sumsel memberangkatkan sekitar 100 orang mewakili 51 komunitas adat anggota yang tersebar di daerah kabupaten/kota di Sumsel terdiri atas unsur tokoh dan ketua adat, pemuda dan perempuan adat, serta para perangkat pendukung perjuangan masyarakat adat seperti tim seni budaya, tim pameran untuk produk lokal masyarakat adat, serta tim penanganan konflik.

“Kita dari Sumsel siap meramaikan rangkaian acara kongres mulai dari kegiatan sarasehan-sarasehan berbagai tema politik, ekonomi, budaya, acara pameran dan panggung budaya, pemutaran film, dan festival kuliner nusantara, hingga acara inti kongres merumuskan program kerja dan pemilihan pengurus besar AMAN untuk lima tahun kedepan,” katanya.