Detak-Palembang.com PALEMBANG – Massa pendukung Isa Ansori dan Rinta Mizar yang menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara segera melakukan pelantikan pergantian antar waktu (PAW) yang memblokir gedung DPRD Muratara belum membubarkan diri. Mereka masih bertahan hingga menjelang malam. Tampak kepulan asap hitam berasal dari ban bekas yang dibakar di halaman gedung DPRD masih menyala.

Sementara itu di rumah dinas Wakil Bupati yang bersebelahan dengan gedung DPRD, dilakukan pertemuan antara Wakil Bupati Muratara dengan Kasat Pol PP, Kapolres, serta Isa Ansori dan Rinta Mizar.

Namun belum ada pihak yang mau mengkonformasi hasil pertemua
n tersebut. Menurut Isa Ansori saat di temui di Rumah Dinas Wakil Bupati, pertemuan akan dilanjutkan di rumah pribadi Bupati Muratara di desa Terusan Kecamatan Karang Jaya malam ini juga. Isa mengatakan bahwa massa tidak akan membubarkan diri bila tidak ada kepastian pelantikan.

“Pertemuan di rumah dinas Wakil Bupati sekarang akan di laporkan kepada Bupati,”ujar Isa singkat saat ditanya awak media, Senin (20/20).

Saat ditanya apakah sudah ada kejelasan soal pelantikan, Isa Ansori menjawab bahwa akan dibicarakan secara lengkap antara Bupati, pimpinan Dewan, kapolres dan pihak terkait.

“Artinya semakin mengerucut pada kejelasan pelantikan PAW ini,” katanya.

Sementara itu ditempat terpisah, Rinta Mizar saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dari hasil pertemuan sore juga mengatakan bahwa koordinasi akhir akan dilakukan dengan Bupati.

“ini adalah hak mereka yang sudah dilanggar oleh DPRD Muratara, sehingga hal itu menimbulkan kejadian hari ini. Ia berharap segera ada penyelesaian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya singkat.