Detak-Palembang.com PALEMBANG – Komisoner Panwaslu dan Panwascam Ogan Ilir menggelar klrifikasi terkait dengan adanya pemberitaan dugaan pungutan liar atau uang pelicin yang berkembang terhadap hasil seleksi penerimaan Panwascam Se-Kabupaten Ogan Ilir.

Dihadapan  Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan, tiga Komisioner Panwaslu Ogan Ilir didampingi Ketua Panwas Kecamatan sekabupaten Ogan Ilir menngelar jumpa pers mengklarifikasi dugaan pungutan liar ini.

“Disini kami nyatakan dengan tegas, bahwa dalam proses pembentukan proses Panwascam Se-Ogan llir tidak ada pungutan biaya apapun apalagi adanya uang pelicin, dengan tegas kami nyatakan nahwa hal tersebut adalah tidak benar,”Ucap Idris Ketua Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir saat memberikan klarifikasi dihadapan Komisioner Bawaslu Sumsel, Kamis (30/11) di Sekretariat Bawaslu Sumsel di Jalan OPI Jakabaring

Arief Budimansyah, salah satu Panwascam di Kabupaten Ogan Ilir  menyampaikan, terhadap adanya rekaman yang beredar dan sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, maka kami nyatakan bahwa rekaman itu adalah tidak benar

0“Pada kesempatan ini kami nyatakan bahwa Panwscam Se-Ogan llir solid dan kondusif, serta siap melaksanakan pengawasan terhadap pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018, dan Pemilu DPD, DPR, DPRD, serta Pemilu Presiden tahun 2019,”tegasnya

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Junaidi  berpendapat dugaan pungutan liar dari Panwascam kepada Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir adalah tidak benar karena tidak ada bukti otentik sebagaimana disampaikan oleh  Mahasiswa Peduli Demokrasi Sumatera Selatan

“Mereka hanya menyampaikan bukti percakapan antar panwascam dalam bentuk ketikan (Print Out) bukan rekaman,”terangnya

Masih dikatakannya, Bawaslu Sumsel tidak dapat menindak lanjuti bukti print out yang diserahkan Mahasiswa Peduli Demokrasi Sumatera Selatan. Namun bawaslu akan tetap menindak lanjuti jika memang ada bukti dalam setiap pengaduan.

“Kita tidak bisa menindak lanjuti pengaduan karena bukti yang tidak cukup. Hanya berupa transkrip percakapan. Kemudian kami tidak bjsa menghubungi alamat pengadi,  kepada siapa kami harus tujukan klarifikasi dari kami,” lanjutnya.

Kepada Panwascam Se-Kabupaten Ogan Ilir Bawaslu menginstruksikan untuk fokus bekerja sesuai tugas dan wewenang dan tidak menghiraukan isu-isu yang berkembang.