Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dalam rangka pembentukan Bawaslu Kabupaten/Kota Masa Jabatan 2018-2023 pada Provinsi Sumatera Selatan. Bawaslu membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan.

Hal ini disampaikan tim seleksi calon anggota Bawaslu saat sosialisasi rekrutmen calon anggota Bawaslu kota dan kabupaten se-Sumsel periode 2018-2023 di Aula STIHPADA, Senin (25/06).

Bawaslu sendiri sudah membentuk timseleksi yang terbagi dua tim untuk dua wilayah. Wilayah I, meliputi: OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Muaraenim, Lahat, Penungkal Abab Lematang Ilir, Prabumuuh, Ogan Ilir, dan OKI.

Wilayah II yang meliputi: Palembang, Pagaralam, Lubuklinggau, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Empat Lawang, maka Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Wilayah Kerja Provinsi Sumatera Selatan Masa Jabatan 2018 2023 berdasarkan Keputusan Bawaslu Nomor: 0388/K.BAWASLU/HK.01.01/Vl/2018 atas kewenangan yang diberikan oleh Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Adapun ketentuan pendaftaran adalah sebagai berikut: pertama Persyaratan calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Sumatera Selatan antara lain Warga Negara Indonesia. Pada saat mendaftar berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun.

Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik lndonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik lndonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustu31945.

Mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil. Memiliki kemampuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, ketatanegaraan, kepartaian dan pengawasan Pemilu.

Berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat. Berdomisili di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan dan dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga.

Mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari ketergantungan penyalahgunaan narkoba. Mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada saat mendaftar sebagai calon.

Mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/ atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada saat mendaftar sebagai calon.

Bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila telah terpilih menjadi anggota Bawaslu Kabupaten/ Kota.

Timsel (Tim Seleksi) calon anggota Bawaslu kota dan kabupaten se-Sumsel periode 2018-2023 mengingatkan masyarakat yang berminat mendaftar ada peluang keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen.

“Keterwakilan perempuan harus terpenuhi 30 persen. Sudah ada dalam pasal 92 UU Pemilu. Jumlah perempuan harus terwakili. Ada perpanjangan waktu, kita berharap ada.”ungkap salah seorang anggota Timsel 1 DR Khodijah pada.

Menurutnya kuota 30% perempuan untuk anggota Bawaslu merupakan amanat undang undang dan sesuai dang buku pedoman timsel, ia menambahkan Pengawas Pemilu nantinya tidak bersifat adhock lagi masa jabatannya menjadi 5 tahun.

“Berdasarkan UU Pemilu Pasal 89 tidak lagi adhock melainkan permanen 5 tahun. Di Pasal 92 anggota Bawaslu Kabupaten/Kota diwakilkan 3 atau 5. Makanya diisilah kuota untuk mengisinya, kita bekerja sesuai buku pedoman Bawaslu RI,” imbuhnya 

Sekretaris Timsel 2 DR Firman Freaddy Busroh SH MHum menuturkan, pihaknya mewakili Timsel 1 dan Timsel 2 Bawaslu kota dan kabupaten. Semua Timsel berbagi tugas ada 4 titik, diantaranya:  Palembang, Muaraenim, Lubuklinggau, OKU.

“Semua persyaratan sudah bisa didownload di webnya Bawaslu yakni melalui laman sumsel.bawaslu.go.id. Namun karena memang tugas kami mensosialisasikan.”

“Sosialisasi mulai hari ini sampai 28 Juni 2018. Tata cara pendaftaran anggota Bawaslu periode 2018-2023. Kami wajib mensosialisasikannya. Kami bekerja marathon karena mengingat waktu seleksi tidak panjang. Sekarang sudah mulai tahapan rekrutman,” ujar DR Firman Freaddy Busroh SH MHum.