Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sebagai instansi vertikal Badan Pertanahan Nasional Sumatera Selatan (BPN Sumsel) mempunyai tugas berat untuk mencapai target Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Muchtar Deluma Kepala BPN Sumsel yang menggantikan pejabat sebelumnya Arif Pasha, pada tahun 2018 mendapat target mensertifikasi 290 ribu bidang lahan di Sumsel.

“Tahun ini lebih banyak 60 ribu dibanding tahun lalu 230 ribu bidang. Kami optimis program ini akan berjalan dan sesuai target yang ditetapkan pemerintah,” katanya usai audiensi dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin di Griya Agung, Selasa (20/02).

Muchtar melanjutkan, dalam pelaksanaan program pihaknya mengalami kendala pada jarak tempuh lokasi untuk dilakukan PLTS yang cukup jauh, terbatasnya juru ukur dan kurang antusias masyarakat karena ketidak tahuan program.

“Untuk mengatasi permasalahan kurangnya juru ukur kami akan melibatkan pihak ketiga. Kami akan sosialisasikan lagi program PTSL kepada masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, permasalahan lainnya adalah tidak jelasnya batas kepemilikan tanah seperti adanya patok atau penanda luasan tanah, surat-surat yang dimiliki tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Contohnya dalam satu bidang tanah ada lebih dari satu surat, nah hal ini tentunya menyulitkan kami, karena harus dilakukan pengecekan secara lebih teliti,” tutupnya.