Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sejumlah bantuan kemanusiaan berdatangan untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala. Pemerintah Indonesia menyeleksi bantuan-bantuan tersebut. Tercatat setidaknya 26 negara dan dua organisasi internasional siap membantu untuk memulihkan kondisi kota Palu dan Donggala serta daerah yang terdampak gempa dan tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, bantuan internasional untuk gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, Indonesia tidak meminta. Namun, negara-negara tersebut menawarkan diri untuk membantu.

“Jadi bukan kita meminta, tetapi menerima tawaran dari negara-negara International,” kata Sutopo di di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin 1 Oktober 2018.

Negara-negara yang siap memberikan bantuan korban gempa tersebut, kata dia, yakni Australia, Amerika Serikat, Maroko, Korea Selatan, Uni Eropa, Tiongkok, Singapura, Turki, Filipina, dan Swiss.

Sutopo menyatakan, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) sebagai koordinator penerimaan bantuan internasional dan pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan menyiapkan mekanisme dan prosedur berdasarkan ketentuan yang ada.

Tak hanya itu, dia juga menyatakan pihaknya akan dibantu oleh The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) dalam proses registrasi dan koordinasi bantuan internasional untuk gempa Palu dan Donggala.

Bantuan Pihak Luar Negeri

Pemerintah Korea Selatan(Korsel) menyediakan bantuan kemanusiaan sebesar US$ 1 juta (Rp 14,7 miliar). Pemerintah Korsel juga akan mengerahkan tim relawan ke lokasi bencana di Sulawesi Tengah.

Kementerian Luar Negeri Korsel mengharapkan bantuan kemanusiaan ini bisa digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban gempadan tsunami, juga untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana.

Pemerintah Inggris menyetujui bantuan dana untuk bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala. Bantuan yang disetujui senilai Rp 38 miliar.

“Saya ingin mengucapkan turut berdukacita atas jatuhnya korban-korban di gempa dan tsunami di Palu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” kata Dubes Inggris di Indonesia Moazzam Malik, Selasa (2/10).

Pemerintah Inggris sedang mengupayakan mendistribusikan bantuan berupa tenda, selimut, hingga dapur portabel yang saat ini berada di Dubai.

“Kami juga berhubungan dengan maskapai untuk memindahkan bahan-bahan tersebut ke Palu atau bandara-bandara besar sekitar daerah darurat,” tutur Moazzam.