Bila hari” ini yang terasa, terfikir dan tertampakkan semua kesalahan” dan dosa diri seorang manusia maka :

Hati” karena syetan sering membuka lembaran dosa masa lalu agar seseorang curiga dan su’udzon pada Allah. Banyak ahli ibadah yang kepleset menganggap ingat dosa sebagai kebajikan, ternyata tipu daya syetan.

Cinta itu melupakan kesalahan masa lalu.

“Ketika hamba memohon ampun atas dosa-dosanya, Sang Rabb menjawab: “Dosa apa? Aku sudah melupakannya tapi kamu masih saja menyebut-nyebutnya.. !”

Bagaimana agar tidak terperangkap tipu daya setan ?

Sumpah Iblis, “Maka demi kemuliaanMu, aku akan menggoda mereka semuanya kecuali hamba2Mu yang mukhlas”.

Kalau mukhlis (berusaha ikhlas) masih bisa digoda iblis dan syetan. Bila mukhlas (dianugerahi ikhlas dan tidak merasa bisa ikhlas) sudah lupa segalanya, termasuk lupa syetan, kecuali hanya ada Allah saja.

Ibnu Araby mengatakan ‘Hakikat ikhlas itu meninggalkan ikhlas’.

Sepanjang kita masih merasa bisa ikhlas berarti belum meraih hakikat ikhlas (mukhlas).

Mengingat dosa adalah tipu daya syetan ? Lantas baiknya bagaimana kalau tetiba teringat dosa ?

Syetan menginginkan manusia berdzikir pada dosa bukan pada Allah. Kalau terlintas pada dosa maka ucapkan “Alhamdulillah”. Siapa tahu Allah menakdirkan dosa2 itu agar kita lebih dekat padaNya. Andai Nabi Adam tak berdosa ia tak akan jadi Nabi, Rasul, Khalifah, karena semua itu ada di bumi. Bukan di syurga.