Detak-Palembang.com PALEMBANG – Setelah beberapa hari, Kamis (16/8) lalu, diresmikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin, Sriwijaya Expo 2018 di Dekranasda Jakabaring Palembang, kondisinya berangsur-angsur ramai dan padat pengunjung.

Pameran yang menampilkan beragam produk lokal dari berbagai daerah di Sumsel dan dari provinsi lain ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Asian Games.

Sriwijaya Expo diikuti oleh instansi pemerintahan, seperti Kementerian Perindustrian, instansi pemerintahan dari seluruh nusantara, BUMD dan BUMN.

Peserta expo menampilkan berbagai macam procuk unggulan seperti produk perkebunan sampai miniatur LRT Palembang dan berbagai macam produk kearifan lokal lainnya dari seluruh wilayah Indonesia.

Padam Listrik

Penyewa dan pengunjung stand di dalam tenda tertutup kepanasan, lantaran listrik tiba-tiba padam. Konsidi ini membuat tidak berfungsinya mesin pendingin yang memerlukan daya listrik, sehingga dampaknya udara di dalam tenda menjadi pengap dan panas. Insiden ini terjadi di hari pertama pembukaan.

“Baru dibuka sudah mati lampu, semua pengunjung jadi kepanasan semua,” ungkap penyewa salah satu penjaga stand pameran.

Sampah Berserakan

Kebiasaan buruk pengunjung expo sriwijaya yang membuang sampah sembarangan menjadi pemandangan yang kurang sedap. Namun itulah bagian dari dampak penyelenggaraan sebuah keramaian. Masalah sampah harus serius diurus oleh tenaga dinas kebersihan kota yang mau kotor-kotoran menjaga kebersihan kota.

Sayangnya kotak/bak tempat sampah jarang dijumpai di lokasi keramaian itu. Seperti di expo Sriwijaya ini, petugas pasukan pembersih sampah disiapkan dengan satu mobil truck dan sejumlah kru. Karena, kotak sampah yang disebar di lokasi minim jumlahnya alhasil pengunjung expo membuang sampah di sembarang tempat.

Seperti Pasar Malam

Tidak teraturnya penataan lokasi stand diluar tenda tertutup membuat kesan lokasi expo seperti pasar malam.

Ada juga pedagang yang mengais rezeki dengan menjual asongan, karena tidak mampu membayar sewa. Kondisi ini menjadi semakin riuh.