Detak-Palembang.com PALEMBANG – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Character Building atau pembentukan karakter bagi atlet Sriwijaya 2020 oleh KONI Sumsel yang berlangsung di Pantai Tanjung Pesona Provinsi Bangka Belitung (Babel), menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

Hal itu terlihat dari antusias dan kekompakan seluruh atlet saat mengikuti program kegiatan yang dipimpin langsung oleh tenaga instruktur dari Korem Palembang kapten Inf. Hermanto beserta anggotanya.

Meski cuaca tengah diguyur hujan, para atlet tetap bersemangat mengikuti program yang digelar di pantai tanjung pesona, Sabtu (30/12). Diawali dengan senam bersama sejak pagi, atlet proyeksi PON 2020 ini langsung diarahkan menuju bibir pantai bersama dengan para pelatih dan sejumlah pengurus KONI Sumsel.

“Kita lihat atlet sudah mulai kompak dan saling bekerjasama dalam setiap permainan yang kita siapkan pada program character building ini. Jika sebelumnya para atlet ini masing canggung dan kurang percaya diri dalam berkomunikasi dengan sesama temnnya di cabor yang lain, kali ini mereka makin kompak,”jelas kapten Inf. Hermanto disela-sela berlangsungnya kegiatan tersebut.

Ditambahkannya lagi, pada kegiatan ini kita menyiapkan berbagai permainan dengan tujuan untuk membentuk karakter atlet sekaligus menambah rasa percaya diri.

“Ada permainan gerakan dengan insting yang dilakukan secara serentak dan bersamaan. Kemudian tongkat estafet, tarik tambanh, memindahkan karet menggunakan pipet, serta berbagai permainan lainnya yang dapat meingkatkan rasa percaya diri dan kekompakan atlet,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil bidang pembinaan prestasi KONI Sumsel Syamsuramel menambahkan bahwa dari hasil kegiatan ini kita sudah mulai bisa melihat bahwa kegiatan ini memang salah satu bagian dibutuhkan atlet.

“Kita ingin membangkitkan rasa kebersamaan bagi atlet, disiplin, menghargai orang lain maupun teman sendiri, dan setelah kegiatan ini diharapkan terjadi recovery atlet sehingga terjadi perubahan dalam persiapan 2018. Dari hasil kegiatan ini sudah mulai kelihatan rasa kebersamaan yang besar dan diharapkan dapat mengahasilkan kekuatan yang lebih besar pula,”kata Ramel sapaan akrabnya.

Diungkapkannya, melalui kegiatan ini seluruh atlet sudah harus fokus latihan di tahun 2018 nanti, karena tahun tersebut sangat menentukan untuk tahun 2020 pelaksanan PON di Papua, dikarenakan di tahun 2019 seluruh atlet sudah harus fokus mengikuti pra PON dan Porwil.

“Sementara untuk tenaga yang kita didatangkan pada kegiatan ini memang sangat dibutuhkan oleh Sumsel, karena kita diperhatikan kemarin saat mengikuti dari psikolog,  sudah muncul kejujuran dan keterbukaan dari seluruh atlet yang selama ini kita sendiri tidak tahu dan sekarang terungkap apa saja keinginan atlet itu. Kita berharap atlet bisa lebih lebih konsentrasi, emosional lebih terjaga, dan kedepan bagaimana memanage stres yang diterima oleh atlet baik di dalam latihan maupun bertanding,” pungkasnya.