Detak-Palembang.com JAKARTA — Sudah 1.500 lebih atlet dan ofisial Asian Games yang datang dari beberapa negara seperti dari Irak, Iran, China, Jepang, Bahrain, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, dan Palestina telah menempati wisma atlet Kemayoran, Jakarta. Menikmati fasilitas yang diberikan, mereka merasa puas dan kagum karena kondisi tempat menginapnya lebih baik dari pada saat Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Hal ini disampaikan Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia/ Inasgoc) Erick Thohir di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/8).

“Mereka sangat kaget bahwa fasilitas yang ada di Indonesia itu lebih bagus dari Incheon,” ujar Erick.

“Sampai tanggal 18 ini diprediksi yang ada di Kemayoran hampir 6.500-an, tetapi ini akan terus naik lagi,” kata dia.

Selain menempati wisma yang telah disediakan, ada juga atlet yang memilih untuk menginap di hotel yang dekat dengan arena pertandingan.

Para atlet itu adalah anggota tim sepak bola. Cabang olahraga sepak bola mulai dipertandingkan sebelum pembukaan Asian Games.

Sementara itu Wakil Presiden Kehormatan OCA Wei Jizhong saat meninjau perkampungan atlet Asian Games 2018 mengatakan, “Mereka umumnya puas dengan wisma atlet baru ini. Dan jika mereka puas, maka saya pun puas”.

Tanggapan itu didapat setelah OCA berdiskusi dengan delegasi 12 negara mengenai layanan dan kualitas akomodasi di tempat tersebut.

“Mereka sangat senang dengan kantor tiap NOC (komite olimpide negara-negara peserta) di sana, ruang makan, dan kamar-kamar atlet. Tanggapannya positif, jadi saya juga akan melaporkan ini ke Presiden OCA,” katanya.

Wisma Atlet Asian Games 2018 yang terdiri atas tujuh gedung bertingkat tersebut berjarak sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil dari kompleks olahraga Gelora Bung Karno.

Satu dari ketujuh gedung itu dikhususkan untuk pekerja, sedangkan lainnya buat atlet dan ofisial dengan kapasitas 14 ribu orang.