amerika

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dalam mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang di Palembang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan bantuan teknologi canggih dari perusahaan besar PACOM Fellowship yang bernaung di Hawai Amerika Serikat.

Bantuan teknologi ini membutuhkan biayanya cukup besar, yakni senilai puluhan milyar rupiah. Hibah berupa peralatan canggih yang akan digunakan untuk mengontrol ketersediaan listrik dan fasilitas lainnya selama Asian Games 2018.

Hal ini diungkapkan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel Ahmad Najib pada pertemuan dengan Sensemaking-U.S. PACOM Fellowship Mr. Dr. Steve Chan dan Pacific Command Outreach Directorate Mr. Stephen Frano dalam rangka penyerahan hibah sarana ICT untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 dari Amerika Serikat, di Ruang Rapat Bina Praja, Senin (10/10).

Menurut Ahmad Najib, Sumsel mensukseskan Asian Games dengan menggunakan teknologi tinggi untuk mencegah terjadinya problem seperti listrik padam yang dapat mengakibatkan banyak hal terganggu dan jelas akan merugikan. Melalui alat ini, semua kemungkinan masalah yang terjadi akan terdeteksi lebih awal sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan.

“Semua ini adalah tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Sumsel Alex Noedin dengan duta besar Amerika Serikat di Griya Agung Palembang beberapa waktu lalu,” ungkap Ahmad Najib.

Ahmad Najib menambahkan, teknologi canggih sangat mahal dan perlu dilakukan pelatihan untuk pengoperasiannya dan perlu diopersikan oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan berfikir teknologi tinggi.

“Staf kita yang terkait nanti akan dilatih agar bisa mengoperasikan peralatan ini. Jadi kita sangat berterima kasih atas bantuan ini selain karna Asian Games juga selanjutnya dukungan ini bisa berkelanjutan,” terangnya.

Lanjut Ahmad Najib, pihaknya terus dikoordinasikan bersama perusahaan ini, peralatan sudah diterima ada dua dan akan dikoneksikan dengan peralatan lainnya yang sudah ada. Sehingga yang terpenting saat ini adalah bagaiman SDM yang akan mengoperasikannya.

“Akan datang lagi beberapa, semuanya cukup mahal. Akan kita tempatkan di Kawasan Jakabaring Sport City,” ujar Ahmad Najib.

Sementara, Sensemaking-U.S. PACOM Fellowship Mr.Dr. Steve Chan mengatakan, dua alat yang diserahkan kepada Pemprov Sumsel ini. Bernama Irwin TM digunakan untuk pengumpulan data dan Analytics on Analytics (A2O) TM digunakan untuk memproses data yang sudah di kumpulkan serta dapat mendeteksi langsung permasalahan yang ada di dalam sistem.

Dijelaskannya, Begitu alat ini terhubung dan terkoneksi akan mendeteksi jika adanya kejanggalan atau masalah dalam kelistrikan. Selain itu, permasalah lain yang biasa di temui adalah kecepatan internet, dengan peralatan ini dapat juga digunakan untuk peningkatan kecepatan internet.

Dari data yang dipaparkan Mr.Dr. Steve Chan, Indeks ICT Indonesia berada di peringkat 109 dunia yang menandatakan masih lemahnya kwalitas Internet Indonesia.

“Seperti pada Forum Ekonomi Dunia yang dilaksanakan di Jakarta tahun 2015 lalu, kegiatan ini juga didukung oleh peralatan dari kita,” pungkasnya.