Detak-Palembang.com BATURAJA – APBD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada 2018 direncanakan naik sekitar Rp157,9 miliar, yakni dari Rp1,1 triliun pada 2017 menjadi Rp1,3 triliun untuk tahun depan. Ini artinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU masih mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat untuk melakukan belanja daerah pada 2018 mendatang.

Hal itu dilaporkan dalam Nota Keuangan yang disampaikan oleh Bupati OKU, Kuryana Azis pada rapat paripurna XVI DPRD OKU masa persidangan ke 3 tahun sidang 2017 dalam rangka pembahasan Raperda tentang RAPBD OKU Tahun Anggaran 2018, Sabtu (25/11).dengan disaksikan oleh segenap anggota dewan lainnya dan jajaran SKPD di lingkup Pemkab OKU.

Seiring rencana tersebut, Kuryana melanjutkan, Pemkab OKU tak bisa menghindari ketergantungan dana transfer dari pemerintah pusat untuk melakukan belanja daerah pada 2018 mendatang, dengan rincian kontribusi dana dari pusat mencapai Rp 910,5 miliar atau sekitar 69,94 persen dari APBD 2018 yang angkanya mencapai Rp1,3 miliar. Meski benarnya jumlah tersebut menurun sekitar Rp 35 miliar dibandingkan dengan 2017, dimana suplai dari pusat mencapai Rp945.9 miliar atau minus 16,96 persen pada 2018.

Permasalahan utama pendapatan daerah, lanjut Kuryana, bahwa kapasitas dan kondisi keuangan Pemkab OKU masih sangat bergantung pada pemerintah pusat bahwa kapasitas dan kondisi keuangan Pemkab OKU masih sangat bergantung pada pemerintah pusat dan komponen transfer keuangan pemerintah pusat masih memiliki peranan yang cukup besar dalam struktur pendapatan daerah pada APBD OKU Tahun anggaran 2018.

“Ketergantungan Pemkab OKU pada sisi dana perimbangan (transfer pusat), merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari,” begitu kata Kuryana.

Melihat kondisi tersebut, meski Pemkab OKU masih mengandalkan bantuan dari pusat, Kuryana mengatakan akan melakukan terobosan-terobosan baru sebagai upaya mengurangi ketergantungan tersebut. Seperti terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggali potensi sumber pendapatan daerah, serta mengoptimalkan sumber pendapatan daerah yang ada. Selain itu, Pemkab OKU akan selalu berupaya seoptimal mungkin mendukung perkembangan perekonomian dan pemberian layanan kepada masyarakat

Tahun 2018, lanjut Kuryana, estimasi PAD Kabupaten OKU ditargetkan mencapai sekitar Rp159,5 miliar, bertambah sekitar Rp78,4 miliar atau naik 96,79 persen dari tahun 2017 yang mencapai sekitar Rp 81 miliar.

“PAD tersebut didapat dari pajak daerah dan restribusi daerah. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan lain- lain pendapatan daerah yang sah,” katanya.