Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi inspektur upacara pengukuhan dan Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2017, di Griya Agung,  Sabtu (18/02).

Apel yang dihadiri Inspektur Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) Willem Rapanggilei, Sekretaris IV Meteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Teten Masduki, Kapolda Sumsel, Wakapolda Sumsel, Komandan Korem 044/ Gapo  Bupati dan Walikota se-Sumsel.

Alex Noerdin mengatakan Apel yang dilaksanakan sebagai pencegahan lebih pada penguatan di lapangan dengan cara sosialisasi.

“Pada tahun 2015 lalu cuaca elnino yang menyebabkan kebakaran hutan di Sumsel jadi yang terparah, tetapi berkat kerja keras maka kebakaran hutan tahun 2016 turun cukup signifikan,” ungkapnya.

Lanjut Alex, tahun ini sejak 1 Pebruari 2017 telah disiapkan status siaga darurat kebakaran dengan komando Komadan Korem 044/Gapo.

“Langkah-langkah yang sudah dilakukan 
1. pemetaaan dengan pembentukan desa peduli api.
2.sosialisasi, koordinasi
3.evaluasi terhadap ketaatan perusahaan   terhadap SOP karhutlah
4. pembentukan posko karhutla
5.pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan dengan pembukaan lahan tampa bakar,” jelasnya.

Disampaikannya, Sumsel secara real telah melakukan pencegahan yang mendapat bantuan dari semua pihak dan juga dari luar negeri.

“Diharapakan dengan dipersiapkan kita tidak terlalu sibuk seperti tahun sebelumnya. Lahan jangan sampai terbengkalai sehingga berpontensi kebakaran hutan, menyelesaikan lahan komplik masyarakat dengan perusahaan, mensinergikan kegiatan daerah dengan kebijakan pusat,” katanya.

Alex tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan yang  diberikan dan tetap mengharapkan bantuannya pada tahun 2017.

Pada kesempatan yang sama Inspektur BNPB RI, Williem Rapanggilei mengatakan, pemadaman karhutlah di Sumsel berhasil ditandai dengan beroperasinya bandara sepanjang tahun dan aktifitas belajar mengajar berjalan normal.

“Penanggulangan karhutlah merupakan harga diri bangsa, selain itu menimbulkan kerugian yang besar bagi keuangan negara. Karhutlah berdampak luas  dibidang ekonomi, hilangnya spesies flora dan fauna, kesehatan, pendidikan dan hubungan antar negara,” Ucapnya.

Disampaikan Willem, keberhasilan penanggulangan karhutlah tahun lalu karena usaha semua pihak danfaktor cuaca.

“Gubernur sudah tepat menetapkan siaga darurat sama seperti saat ini.
Langkah langkah antisipasi dengan cara sosialisasi kepada  semua pihak, penegakan hukum, pemantauan hotspot dan pemadaman dini menjadikan keberhasilan tahun 2016,” pujinya.

Selain itu kepemimpinan Gubernur sampai kebawah sangat effektif serta kolaborasi dengan semua pihak harus tetap dipertahankan.

“Kedepan tugas kita tidak semakin ringan karena  kemarau akan normal dan lebih panjang dari tahun lalu, dengan pertimbangan itu usaha kita harus lebih dari tahun lalu,” tutupnya.