Detak-Palembang.com MUARADUA – Menyikapi tingginya harga beras akhir-akhir ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar rapat pembahasan inflasi beras itu, Kamis (15/02) pagi di ruang rapat Sekda Kabupaten OKU Selatan.

Dalam rapat itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Selatan Sutina, SP mengungkapkan,
perkembangan harga pangan pokok yang berpotensi mempengaruhi inflasi adalah komoditas beras, terutama beras medium dengan kenaikan harga mencapai 19,23 % dari HET atau Rp.2.250,-/Kg.

Ditambah lagi dengan belum maksimalnya peran Bulog dalam pengendalian harga pangan pokok melalui operasi pasar.

Untuk itu kata Sutina, pihaknya akan mengambil langkah-langkah antsisipasi inflasi beras dengan meningkatkan produksi beras di Kabupaten OKU Selatan untuk menutupi kebutuhan beras masyarakat di Bumi Serasan Seandanan itu.

Kemudian berikutnya adalah dengan memperkuat cadangan pangan daerah atau cadangan pangan desa melalui pemberdayaan lumbung-lumbung pangan desa.

Sementara itu K asat Intelkam Polres OKU Selatan Iptu Hendry Antonius,SH yang merupakan salah seorang anggota TPID, mengharapkan agar semua pihak dari pemerintah daerah dan kepolisian berkoordinasi untuk menekan angka inflasi beras dalam hal ketersediaan pangan.

Terutama komoditas beras yang menjadi kebutuhan pangan utama masyarakat dengan cara turun langsung melakukan survey akan ketersediaan atau stok pangan di wilayah Kabupaten OKU Selatan.