Detak-Palembang.com PALEMBANG – Saat ini terjadi bencana banjir dan longsor dibeberapa kabupaten/kota di Sumsel, namun hal itu dapat diatasi oleh kabupaten/kota masing-masing.

Kalau sudah merusak pemukiman diatas 10 kepala keluarga dan menyebabkan korban jiwa maka Dinas Sosial harus turun untuk evakuasi, hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Plt Dinsos Sumsel) Belman Karmuda, usai memperingati hari pahlawan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang, Jumat (10/11).

“Kalau banjir hanya merusak jembatan gantung seperti yang terjadi, itu merupakan tupoksi Dinas PU. Kalau bencana banjir skala kecil maka itu dapat diatasi oleh Dinas Sosial kabupaten/kota,” jelas Belman.

Dikatakannya, sebagai antisipasi pihaknya sudah siap, Tagana sudah siap untuk koordinasi dan informasi secara cepat 1×24 jam.

“Di provinsi kita punya Mako Tagana yang hanya satu-satunya provinsi  di Indonesia. Disetiap kabupaten/kota kita punya SDM Tagana dan material,” urainya.

Lanjutnya, pihaknya sudah mendistribusikan material sebanyak 100 ton Beras Cadangan Pemerintah (BCP) ke kabupaten/kota yang dapat digunakan dengan rekomendasi provinsi.

“Kita di provinsi memiliki 200 ton beras bila ada bencana. Material lain seperti tenda, selimut, peralatan dan permakanan lainnya sudah didistribusikan. Bila terjadi bencana kabupaten/kota silakan gunakan itu termasuk SDM,” katanya.

Ditambahkannya, mobile rescue milik Tagana, mobil truk untuk distribusi, mobil dapur umum sudah siap untuk evakuasi dan distribusi di kabupaten/kota, kalau membutuhkan dari provinsi pihaknya juga siap menurunkan bantuan.