Detak-Palembang.com BUKIT MERTAJAM – S Ambika, majikan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Adelina Lisao, terancam hukuman mati. Ambika dituntut dengan pasal pembunuhan KUHP Malaysia dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tinggi, Bukit Mertajam pada Rabu (21/2).

Perempuan berusia 59 tahun (sebelum disebutkan 60 tahunan), warga Medan Kota Permai 2, Taman Kota Permai, Bukit Mertajam, Penang, itu tak menyampaikan tanggapan terkait tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut. Demikian dikutip dari The Star.

Sementara itu anak perempuan Ambika, Jayavartiny (32 tahun), dituntut dengan UU Imigrasi karena merekrut TKI ilegal. Jayavartiny mengetahui Adelina tak memiliki dokumen resmi untuk bekerja di Malaysia, namun tetap mempekerjakannya.

Jika terbukti bersalah, Jayavartiny terancam hukuman penjara maksimal 12 bulan, denda antara 10.000 sampai 50.000 ringgit Malaysia, sekitar Rp35 juta sampai Rp135 juta, atau keduanya.

Sementara itu kakak Jayavartiny berusia 39 tahun yang sempat ditahan dalam kasus ini, dibebaskan. Namun dia akan didatangkan sebagai saksi saat persidangan.

Ambika ditangkap polisi pada 12 Februari setelah kedua anaknya. Dia diduga menjadi penyebab tewasnya Adelina pada 11 Februari.

Adelina meninggal sehari setelah dirawat di RS di Bukit Mertajam akibat kegagalan fungsi organ vital. Dia mengalami penyiksaan yang menyebabkan luka di kaki, tangan, serta wajah. Adelina juga dipaksa tidur di luar bersama anjing Rottweiler selama sebulan.