Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menggelar Resepsi Kenegaraan dengan para Pejuang Perintis Kemerdekaan Prov. Sumsel sekaligus memperingati Hari Veteran Nasional tahun 2018 di Griya Agung, Jumat (17/8). 

“Sungguh istimewa Peringatan Kemerdekaan ke-73 tahun ini, karena bertepatan dengan satu hari setelah itu, pembukaan Asian Games yang sudah menjadi impian sejak tahun 2004,” ungkapnya.

Saat PON ke-16  tahun 2004 dilaksanakan di Sumatera Selatan, 7 cabang olahraga di Musi Banyuasin dan sisanya di Kota Palembang, tercatat sebagai salah satu PON terbaik sepanjang sejarah PON di Indonesia.

“Kita sudah mulai merancang sejak PON ke-16 untuk menjadi tuan rumah multi event olahraga Internasional targetnya adalah Asian Games. Setelah Asian Games, Insha Allah 2020 akan ada Moto GP kemudian Piala Dunia,” tambahnya.

Menurut Alex, mengisi kemerdekaan tidak lebih mudah dari merebut kemerdekaan, bahkan mungkin lebih rumit. Belajar dari negara maju dengan sistem demokrasi apapun, prioritas pertama pembangunan mereka adalah pendidikan.

“Oleh karena itu, Sumsel mencontoh hal yang baik sejak 2008 diberlakukan dibuka akses seluas-luasnya bagi seluruh anak kita untuk bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, berlakulah sekolah gratis dari SD sampai SMA,” tuturnya.

Kemudian, prioritas yang kedua adalah kesehatan. Berobat gratis bagi seluruh rakyat Sumatera Selatan. Kalau dicermati, dua program ini bermuara meningkatkan sumber daya manusia.

“Kita juga punya program sekolah gratis sampai sarjana yang berlaku sejak 2 tahun lalu, di tiga universitas di Sumatera Selatan yaitu Politeknik Siriwjaya, Universitas Islam Negeri Raden Fatah dan Universitas Sriwijaya. Kita fokus pada 63 program studi yang nantinya mengisi pembangunan di Sumatera Selatan, dan ke depannya akan diperluas lagi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Alex Noerdin juga  menyerahkan bantuan berupa kursi roda, hearing aids (alat bantu mendengar) dan tongkat untuk para pejuang veteran. “Kita berikan kursi roda, hearing aids dan juga tongkat, jangan dibatasi. Kalau bisa dahulukan mereka, karena tanpa para pejuang para legiun veteran tidak akan ada republik ini, tidak ada provinsi ini, dan tidak ada pemerintahan provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Tampak hadir pada acara ini, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Prov. Sumsel, Kajati Prov. Sumsel, Ketua DPRD Sumsel, Kepala Pengadilan Tinggi, Kanwil Kemenkumham, Ketua DPP LVRI Prov. Sumsel dan Kepala Dinas Sosial Prov. Sumsel.