Detak-Palembang.com MARTAPURA – Gubernur Sumsel Alex Noerdin dengan tegas meminta agar Festival Jerami Sebiduk Sehaluan (FJSS) yang digelar 5-11 Agustus di Desa Bendung Gerak Perjaya, Martapura OKUT ditetapkan menjadi agenda rutin tahunan. Keinginan itu diungkapkannya saat membuka langsung festival yang juga memecahkan Rekor MURI tersebut, Minggu (5/8) sore.

“Saya pernah jadi Ketua Bupati se Indonesia sudah keliling dari Sabang sampai Merauke dan melihat banyak festival. Tapi festival ini benar-benar luar biasa, lebih meriah dan idenya original dan sangat kreatif. Makanya ini harus jadi agenda rutin tahunan,” ujarnya.

Dikatakan Alex Noerdin jika dikemas serius bukan tidak mungkin festival ini akan mencuri perhatian nasional bahkan internasional. Terlebih baru pertama kali digelar saja sudah ada 500 peserta yang ikut ambil bagian.

“Momentnya juga pas ada perwakilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kita bisa ajukan ini jadi agenda nasional. Kalau Provinsi ini sudah pasti jadi agenda rutin. Tapi tentu harus kita benahi lagi yang kurang-kurang biar lebih besar, lebih lengkap dan ramai,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Alex juga berpesan kepada pemerintah setempat agar bisa mengiringi penyelenggaraan ini dengan penyediaan akses menuju lokasi. Sehingga memudahkan masyarakat luar OKUT yang ingin menyaksikan festival.

Kepala Bidang Pemasaran Area IV wilayah Indochina Kementerian Pariwisata Heri Hermawan, mengaku gembira melihat tingginya antusias masyarakat yang datang maupun peserta yang ikut membuat patung jerami. “Ini merupakan tanda kalau event wisata budaya sangat menarik dikembangkan jadi atraksi di Indonesia. Festival ini unik mengawinkan  sektor pertanian dan pariwisata. Keduanya bisa dikembangkan secara bersamaan. Kami dari Kemenpar tentu akan mendorong ini agar jangan sampai sini saja tapi jadi destinasi yang rutin dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi sangat menyambut baik dilaksanakannya Festival Jerami. Menurut Bupati, melalui Festival Jerami ini diharapkan menjadi destinasi wisata baru bagi Kabupaten OKU Timur dan provinsi Sumatera Selatan pada umumnya. Dengan tujuan bisa mengundang wisatawan baik lokal maupun dari luar OKU Timur. Karena OKU Timur terkenal sebagai daerah berbasis pertanian, dilaksanakannya Festival Jerami ini merupakan langkah yang sangat tepat. Selain memanfaatkan limbah jerami juga menjadi destinasi wisata baru yang berkelanjutan bagi OKU Timur.

Pelaksanaan Festival Jerami Sebiduk Sehaluan 2018 sekaligus mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan digelar pada 18 Agustus 2018. Dengan demikian OKU Timur memiliki cara tersendiri untuk mendukung pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang dengan menghadirkan pertunjukan seni yang bernilai tinggi baik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Acara ini merupakan perwujudan kolaborasi kreatif pemerintah Kabupaten OKU Timur untuk memajukan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan produksi panen petani demi terciptanya kedaulatan pangan nasional.

Menurut Ketua Umum Festival Jerami Sebiduk Sehaluan 2018, Edward Ferdinant SH, jika selama ini jerami hasil panen petani dibiarkan menggunung atau dibakar, melalui Festival Jerami yang digelar, jerami-jerami tersebut akan disulap menjadi patung-patung jerami dan karya seni dalam berbagai bentuk dan ukuran.

“Festival Jerami ini dilaksanakan selama 1 pekan mulai tanggal 5 hingga 11 Agustus 2018 dan diikuti seluruh Desa yang ada di Kabupaten OKU Timur. Selain itu juga diikuti organisasi perangkat daerah (OPD), instansi terkait lainnya seperti Kepolisian, Kejaksaan, TNI, BUMN, BUMD serta pihak swasta dan organisasi yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan,” ujarnya.

Bahkan, dalam satu lokasi juga dirangkai dengan berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan jerami. Selain patung jerami nanti juga akan dilaksanakan lomba trail angkut jerami, festival seni budaya, parade musik, penampilan tari kolosal yang melibatkan 1.000 penari rembuk tani.