Detak-Palembang.com PALEMBANG – Ulah aksi brutal kelompok suporter Sriwijaya FC (SFC) saat melawan Arema FC di partai home 21 Juli lalu akhirnya mendapatkan teguran keras dari Federasi sepakbola Tanah Air PSSI.

SFC harus membayar denda 150 juta dan di hukum penutupan tribun utara dan selatan sebanyak 5 (lima) pertandingan.

Saat dikonfirmasi Sekertaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid membenarkan pihaknya telah mendapatkan surat sangsi tersebut pada hari Kamis (2/8) malam.

“Benar kita sudah mendapatkan surat dari komdis soal laga lawan Arema kemarin. Mau bagaimana lagi kejadian itu pun viral dan menjadi sorotan karena Palembang mau Asian Games. Tentunya terpaksa harus kami terima sangsi dan denda tersebut,” kata Sekertaris PTSOM Faisal Mursyid saat dikonfirmasi

Nah mau tau apa isi surat yang dilayangkan oleh komisi dispilin PSSI atau Komdis.Surat itu bernomor 110/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2018 berisikan. Bahwa Komdis telah melakukan sidang dihadiri oleh Ketua Asep Edwin Firdaus, Wakil Ketua Umar Husin dan Anggota Dwi Irianto, Eko Hendro serta Yusuf Bachtiar dan menetapkan hukuman kepada klub SFC.

Disana menyatakan jelas suporter SFC terbukti melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan, menyalakan petasan dan melakukan pengerusakan serta pelemparan bangku. Lalu pihaknya juga diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.

Dalam surat itu komdis pun menetapkan hukuman kepada SFC dengan merujuk kepada pasal 70 jo. pasal 20 Kode Disiplin PSSI. Menetapkan klub SFC dihukum penutupan tribun utara dan selatan sebanyak 5 (lima) pertandingan.

Lalu hukumam kedua denda  sebesar Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) serta ganti rugi kerusakan stadion karena telah terjadi pelanggaran terhadap pasal 70 Kode Disiplin PSSI.

Terakhir dalam surat pun ditulis denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Sriwijaya FC.

Dan pengulangan terhadap pelanggaran terkait diatas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.

Pihak SFC pun dipersilahkan mengajukan banding apabila dinilai menyangkal adanya kejadian tersebut.