Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumatera Selatan, Kapolresta Palembang, Dandim serta Pejabat Pemerintah Kota Palembang, menghadiri puncak perayaan cap gomeh di Pulo Kemaro, Rabu malam (28/02).

Di pulo kemaro suasana sangat meriah, dipadati puluhan ribu masyarakat Palembang maupun dari luar Palembang yang ikut merayakan cap gomeh.

Akhmad Najib mengungkapkan, perayaan cap gomeh merupakan wujud nyata dari keberagamaan di kota Palembang.

“semua bergembira, bukan hanya masyarakat tionghoa, namun dari semua kalangan masyarakat turut hadir kesini merayakan cap gomeh, ini menunjukkan keberagamaan semakin terasa indah,” ungkap Akhmad Najib.

Akhmad Najib mengatakan, Palembang merupakan kota dengan zero konflik.

“belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan terjadi kerusuhan antar etnis, suku dan umat beragama di Palembang, ini menunjukkan masyarakat Palembang cinta damai walaupun beragam,” kata Akhmad Najib.

Hal inilah, lanjut Najib, yang menjadi modal utama Palembang menjadi tuan rumah asian games 2018.

“mari kita jaga kedamaian dan ketentraman di Palembang, agar pelaksanaan Asian Games berjalan dengan sukses,” ujar Najib.

Najib menambahkan, melalui perayaan cap gomeh ini juga mampu menaikkan ekonomi masyarakat.

“Terdapat ratusan pedagang disini, kapal ketek semakin banyak dibutuhkan  sehingga berdampak terhadap berputarnya roda ekonomi masyarakat ” Tambah Najib.

Ketua Panitia perayaan cap gomeh, Candra Husen menjelaskan, selama 15 hari perayaan cap gomeh, pengunjung pulo kemaro mencapai 80.000 sitiap harinya.

“Ini semua ditunjang dengan fasilitas pulo kemaro yang semakin baik, terdapat beberapa penambahan dermaga bagi pengunjung jalur sungai dan penambahan lahan parkir bagi pengunjung melalui jalur darat, sehingga masyarakat semakin mudah dalam mencapai lokasi pulo kemaro,” jelas Candra Husen.

Nurleni (34) warga kelurahan 3 Ilir yang datang berkunjung bersama keluarganya mengaku datang ke pulo kemaro saat cap gomeh merupakan rutinitasnya setiap tahun.

“Kami sudah sering, setiap cap gomeh pasti kesini, bersama suami dan anak-anak, sekalian jalan-jalan, Alhamdulillah walaupun sangat ramai, tapi berjalan aman,” ujar Nurleni.

Hal senada juga disampaikan Efran (26) yang jauh dari gandus sengaja datang ke pulo kemaro untuk hiburan.

“Kami kesini bersama kawan-kawan, senang melihat situasi yang ramai, beragam masyarakatnya namun tetap aman,” pungkas Efran.