Detak-Palembang.com PALEMBANG – Penduduk Indonesia yang berjumlah 250 juta jiwa merupakan pangsa  pasar yang potensial. Sejumlah itu juga merupakan konsumen, oleh karenanya sangat diperlukan perlindungan dari hal-hal yang akan merugikan.

Untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya perlidungan kepada konsumen, Lembaga Advokasi Bantuan Hukum

Konsumen Kesehatan dan Pendidikan Indonesia (LABH – KKPI) bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan seminar dengan tema

‘Tanggung Jawab Produsen Sebagai Pelaku Usaha dan Kualifikasi Peristiwa Yang Menimbulkan Kerugian Konsumen’,di Hotel Emilia Palembang, Kamis (05/10).

Asisten Bidang Administrasi dan Umum prov Sumsel, Joko Imam Santosa mengatakan, Seminar ini sangat baik untuk memberikan informasi yang mengakses kepada produsen termasuk konsumen. Pembangunan di Sumsel Khususnya Palembang sangat pesat yang juga menimbulkan implikasi terhadap kewajiban-kewajiban produsen termasuk konsumen.

“Kegiatan ini sangat baik, kami minta rekomendasi hasil dari seminar ini disampaikan kepada pemerintah,” ungkapnya.

Joko juga mengajak kepala lembaga untuk mengadakan kegiatan seperti ini dilaksanakan lebih luas agar diketahui, dipahami dan sampaikan kepada masyarakat.

“Pemerintah provinsi siap bersinergi, siap bekerjasama untuk kegiatan dengan jumlah yang lebih besar, agar hak-hak konsumen dapat diketahui secara baik oleh masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LABH – KKPI, Azwar Agus menyampaikan, dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, ada hak dan kewajiban termasuk produsen dan konsumen.

“Konsumen harus faham haknya dan juga produsen faham kewajibannya terhadap konsumen. Kita berharap dalam kegiatan ini konsumen dan pelaku usaha dalam hal ini produsen memahami hak dan kewajibannya masing-masing agar tidak terjadi pelanggaran hukum,” jelasnya.

Azwar Agus memberikan contoh, produsen makanan harus mencantumkan tanggal kadaluwarsa, ada label halal juga isi kandungan makanan yang dijual, dilain pihak konsumen harus faham tentang itu.

“Banyak peristiwa yang merugikan konsumen salah satu contohnya, jika pembelian kosmetik yang mengandung mercury sehingga menimbulkan kerusakan pada kulit atau muka, maka kemana konsumen akan melapor,” katanya.

Azwar Agus menginformasikan bahwa bila masyarakat dirugikan oleh ulah produsen untuk melporkannya.

“Untuk pelaporan seperti itu dapat ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Palembang yang dibentuk berdasarkan UU Perlindungan Konsumen,” tutupnya.