Detak-Palembang.com PALI – Sebuah situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, masih belum tersusun sepenuhnya. Artefak berbentuk candi itu selama ini kurang mendapat perhatian.

“Betul, saya (sudah) ke sana, di Pali. Di Pali luasnya 27 hektare situsnya sekarang belum digali,” ungkap Mendikbud Muhadjir Effendi saat berbincang dikutip dari berita detikcom di sebuah rumah makan di kawasan Barelang, Pulau Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/3).

Situs peninggalan Sriwijaya di Pali sudah lama ditemukan dan dinamakan Candi Bumiayu. Namun selama ini memang belum seluruhnya batu yang ditemukan bisa direkonstruksi menjadi candi.

“Agak sulit karena sebagian berupa candi, dan candinya batu bata,” kata Muhadjir.

Mendikbud tak memungkiri faktor dana menjadi kendala untuk melakukan ekskavasi. Pemerintah pun menggandeng warga setempat untuk ikut merawat situs yang telah ditemukan.

Diwawancara terpisah, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, menegaskan pemerintah akan mulai serius memperhatikan situs candi di Pali ini. Terutama pada reruntuhan candi yang belum disusun.

“Pak Menteri (Mendikbud) baru pulang dari sana kan, sempat berkunjung dan juga merekomendasikan ini mungkin bagusnya kalau salah satu di antara bekas-bekas candi ini dicoba rekonstruksi kembali,” kata Hilmar saat ditemui di Museum Nasional, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3).

Kompleks percandian itu terbilang luas. Sehingga butuh upaya dalam merekonstruksinya.