Detak-Palembang.com PALEMBANG – Menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang olahraga yang menguasai ilmu dan pengetahuan berstandar internasional salah satunya melalui pendidikan. Untuk menciptakan SDM Olahraga tersebut maka Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)membuka Politeknik Olahraga Indonesia di Palembang.

Deputi III Urusan Prestasi Kemenpora, Raden Isnanta mengatakan, Politeknik Olahraga Indonesia mulai melaksanakan perkuliahan perdana yang diikuti 90 mahasiswa dari 3 program studi (prodi).

“Demi mengedepankan prestasi dan mutu, tahun pertama kita hanya menerima 90 mahasiswa hasil dari seleksi,” jelas Raden Isnanta di Griya Agung Palembang, Selasa (21/11).

Lanjutnya, karena dibiayai oleh negara dalam hal ini Kemenpora maka pihaknya harus melakukan seleksi dengan cermat. Untuk operasional Kemenpora akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel).

“Kerjasama ini merupakan sinergitas yang sudah kuat antara Kemenpora, Pemprov Sumsel dan Kemenristek. Status politeknik yang sudah berjalan dengan sinergi berbagai pihak tadi, kedepan tinggal kita lakukan percepatannya saja,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kuliah perdana sudah dilakukan, kedepan akan memaksimalkan potensi dosen agar SDM yang dihasilkan benar-benar SDM yang kuat.

“Untuk lokasi kampus kita siapkan di tengah-tengahnya infrastruktur yang berstandar internasional yakni Jakabaring, Jadi ini Jakabaring sangat berpotensi melahirkan insan olahraga  yang kuat meskipun Ini adalah sebuah Akademi,” katanya.

Disampaikannya, mahasiswa Politeknik Olahraga ini berasal dari seluruh Indonesia. Tempat perkuliahannya di Jakabaring yang merupakan komplek olahraga bertaraf internasional.

“Jakabaring Sport City merupakan  lokasi yang sangat kental dengan Olahraga baik fasilitas, manajemen, maupun iklim yang cocok untuk mahasiswa menggali pelajaran,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, pada pelaksanaanya Politeknik Olahraga Indonesia akan membuka 3 Prodi yakni Kepelatihan, Olahraga Industri, Olahraga Wisata.  Tiga-tiganya untuk menyiapkan tenaga yang bersifat mengantisipasi tantangan Global olahraga dunia.

“Dari Indonesia harus mampu bersaing serta berkompetisi untuk mewujudkan Olahraga Indonesia yang mampu bersaing dipentas internasional maka kita siapkan SDM performa tinggi dan termasuk dari sisi kepelatihannya tiga puluh orang, 30 orang kemudian dari Sport industri, tiga  jurusan itu untuk mengantisipasi kebutuhan global ke depan,” urainya.

Sementara untuk biaya, pihak Politeknik Olahraga Indonesia akan menggratisikan biaya angkatan pertama, kedua hingga tahun angkatan tahun ke empat, dengan biaya dari Kemenpora.