Detak-Palembang.Com PALEMBANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Kota Palembang salah satu sekolah yang tidak memungut uang dari orang tua siswa melalui Komite Sekolah untuk mendukung mutu pendidikan, meski hal itu tidak dilarang karena sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 tahun 2016.

Kepala SMPN 12 Palembang, Mgs. Ahmad Fauzi mengatakan, di dalam Permendikbud tersebut, juga mengatur Komite Sekolah,  diperbolehkan melakukan penggalangan dana berupa Sumbangan Pendidikan, Bantuan Pendidikan, dan bukan Pungutan.

“Sudah 6 tahun kita tidak ada uang komite. Walaupun diperbolehkan tapi kita tidak memungutnya dari orang tua siswa. Walaupun tidak menggunakan uang komite kami tetap melakukan peningkatan sarana dan prasarana sekolah,” ungkapnya saat diwawancara di sela pembukaan MTQ dan Tahfidz di Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang, Jumat (01/03).

Lanjutnya, untuk membangunsarana dan prasarana sekolah yang dipimpinnya ia mengajukan bantuan ke perusahaan – perusahaan yang ada di kota Palembang lewat program tanggung jawab sosial perusahaan atau yang dikenal  dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR).

“Perusahaan bisa memberikan kontribusinya terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Dengan ide yang kami lakukan susah ada bantuan dari perusahaan untuk membangun sarana dan prasarana di Sekolah,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa perusahaan yang telah memberikan bantuan kepada sekolah yang dipimpinnya adalah Pertamina. Pertamina membangunkan sebuah perpustakaan, dan saat ini ia sudah mengajukan bantuan kepada PT.Bukit Asam (PTBA) untuk membangunkan toilet sekolah

“Selain toilet kita juga akan meninggikan lapangan seluas 15 x 32 meter karena sudah rendah, kalau hujan akan tergenang air. Kegiatan siswa terganggu kalau hujan karena genangan air, makanya kami akan cor lapangan itu untuk ditinggikan. Nanti akan kita coba ketuk hati perusahaan Ready mix yang ada di kota Palembang, untuk menyumbang Fresh Mix nya bagi dunia pendidikan,” ucapnya.

Ia berharap segera direalisasikan, baik bantuan dari PTBA maupun bantuan dari perusahaan ready mix, walaupun ia sudah tidak memimpin lagi di SMPN 12 Palembang. Selama ia memimpin SMPN 12, dari 60 SMP yang ada di Kota Palembang 12 sekolah sudah memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional termasuk di dalamnya SMP 12 yang dipimpinnya.

“Penghargaan  Sekolah Adiwiyata diberikan kepada sekolah yang berdedikasi untuk menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan yang bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Semua itu karena kerja keras semua pihak sehingga kami memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata,” tutupnya.