Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bayangan nikmatnya memakai shabu pupus setelah sepeda motor yang dikendarai oleh Khadafi (24) dihentikan oleh polisi, Senin (12/3) malam. Terlebih lagi saat digeledah, dalam saku celananya ditemukan lima paket shabu dalam kantong plastik kecil, seharga Rp 100 ribuan.

Selanjutnya Khadafi digiring oleh petugas menuju Mapolsek Ilir Barat (IB) II untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Buah dari kesukaannya mengkonsumsi barang haram tersebut.

Khadafi mengaku, walaupun ia sering mengkonsumsi narkoba jenis shabu, minimal satu kali dalam sepekan, namun hal tersebut tidak pernah diketahui oleh istrinya.

Saking senangnya memakai shabu, ia bahkan pernah tidak membawa pulang gaji mingguan yang didapatkan dari hasilnya bekerja. Sudah pasti hal tersebut ia lakukan dengan berbohong kepada istri.

Akibatnya, Khadafi pun kini harus menyesali semua perbuatannya setelah dirinya diciduk oleh petugas Polsek IB ll, saat hendak pulang dari membeli 5 paket shabu di Jalan Rambutan Dalam Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II.

Khadafi bilang, shabu tersebut akan dipakainya sendiri dirumah saat istrinya sudah tertidur atau saat istrinya sedang tidak berada didalam rumah.

“Saya pakainya malam hari pak, setelah istri saya tidur, kadang siang saat istri sedang tidak ada dirumah,” aku Khadafi.

Ditambahkan oleh Khadafi, lima paket shabu yang ia beli memang disengaja karena ingin menyetok dirumah sebagai persiapan saat dirinya membutuhkan.

“Satu paketnya saya beli seratus ribu pak, rencananya akan saya pakai satu paket, sisanya buat stok,” aku Khadafi.

Sementara itu, Kapolsek IB II Kompol Mayestika Hidayat didampingi Kanit Reskrim, Ipda Jhony Palapa dan Panit II Reskrim, Ipda Ledi mengatakan, tersangka ditangkap setelah anggotanya merasa curiga dengan tersangka saat melintas di Kelurahan 30 Ilir.

“Setelah motornya kita hentikan dan dilakukan penggeledahan, kita temukan 5 paket kecil shabu dalam saku celananya,” terang Mayestika saat gelar perkara di Mapolsek IB ll, Selasa (14/3) sekitar pukul 19.30 WIB.

Mayestika juga mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman, apakah tersangka merupakan pengguna atau pengedar karena barang bukti yang ditemukan cukup banyak.