Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sebanyak 331 pemuda dari wilayah Sumbagsel yang telah dinyatakan lulus seleksi pada Sidang Pathukir beberapa waktu lalu, mulai Senin, (20/11) mengikuti Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II Tahap I TA. di lembaga pendidikan Secata Rindam II/Swj Lahat – Sumsel. Mereka adalah para pemuda pilihan dan beruntung, dari 2.066 peserta seleksi penerimaan Calon Tamtama yang dilaksanakan secara ketat, objektif, transparan dan akuntabel.

Upacara pembukaan pendidikan calon Tamtama TNI AD tersebut ditandai dengan penyematan tanda siswa dan pernyataan pembukaan pendidikan yang di pimpin langsung oleh Danrindam II/Swj Kolonel Inf Agus Subiyanto, SE, M.Si,.

Pendidikan calon Tamtama TNI AD yang akan berlangsung selama 20 minggu ini merupakan pendidikan dasar keprajuritan untuk merubah sikap, perilaku, pola pikir dan karakter para pemuda dari masyarakat sipil menjadi  prajurit TNI AD. Melalui pendidikan Tamtama ini, para pemuda dibentuk menjadi prajurit Tamtama TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Sapta Marga   dan    Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar keprajuritan dan dasar golongan Tamtama TNI AD serta kondisi jasmani yang samapta.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Danrindam II/Swj Kolonel Inf Agus Subiyanto, SE, M.Si, mengatakan bahwa melalui pendidikan pertama ini, para prajurit Siswa akan dididik, dilatih dan digembleng baik fisik maupun mental serta dibekali dengan berbagai  ilmu pengetahuan dan keterampilan dasar keprajuritan serta dasar golongan Tamtama, sehingga nantinya mampu menjadi prajurit-prajurit Tamtama TNI AD yang dapat diandalkan dan dibanggakan dalam mengemban setiap tugas sebagai Bhayangkari Negara.

Pangdam II/Swj juga mengingatkan kepada para prajurit siswa bahwa pilihan menjadi prajurit  TNI AD sudah menjadi jalan hidup dan kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, sambung Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos, terima dan syukuri anugerah yang telah didapatkan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan hati.

“Awali proses profesi dan karier sebagai prajurit TNI AD, dengan tekad yang  kuat  untuk  menjadi prajurit yang profesional, yang akan menjadi kebanggaan keluarga, satuan, masyarakat, bangsa dan negara. Sadari bahwa profesi sebagai prajurit TNI AD merupakan profesi pengabdian, yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Jiwa dan raga seorang prajurit hanya didarmabaktikan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, guna menjaga keselamatan bangsa dan tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, tandas Pangdam II/Swj.

Usai pembukaan pendidikan dilanjutkan dengan Jam Komandan, Pre Test dan pemeriksaan kesehatan awal. Turut hadir pada kesempatan tersebut, para Kabag, Kadep, Dansatdik jajaran  Rindam II/Swj, para Perwira,  Bintara, Tamtama, dan PNS Rindam II/Swj serta undangan lainnya.