Detak-Palembang.com PALEMBANG- KONI Provinsi  Sumsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang di wakili oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang digelar di Hotel Santika, Palembang 6-7 Desember mendatang.

Dalam Rakor tersebut akan di hadiri 120 peserta yang terdiri dari 20 pelatih dan tergabung PON 2020, kemudian 53 peserta dari pengrov cabor, KONI Kabupaten/kota masing-masing mengutus dua orang dari 17 kabupaten/kota dan 5 orang dari akademisi yang nantinya mereka akan sama sama membahas tiga misi penting perkembangan olahraga yang ada di Sumsel.

“Dalam Rakor Litbang, kita punya tiga pembahasan.  Pertama, soal prestasi atlet yang merosot. Jadi kita akan mendengar masukkan dari pelatih, pengrov cabor dan peserta lain yang datang. Kita akan temukan masalahnya, menganalisa dan menemukan solusi terbaik untuk meningkatkan prestasi atlet. Apa lagi ada PON di Papua tahun 2020,” kata Ketua Panitia Rakor Taufik Arif saat rapat persiapan di New Town Kopitiam Anugrah, Senin (3/12/2018).

Kemudian pembahasan kedua yang sangat penting sekali, adalah soal fasilitas di Jakabaring Sport City (JSC). Panitia telah mengundang pihak PT JSC untuk berkoordinasi soal aturan main pemakaian venue bagi atlet Sumsel saat latihan.

“Pengrov cabor butuh regulasi yang jelas dan koordinasi soal biaya bagi atlet yang latihan di JSC,” katanya.

Sementara agenda ketiga, sport science yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan prestasi atlet.

“Nanti bakal ada empat narasumber dari pusat. Salah satunya Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Profesor Dr Mulyana,” ucapnya.

Sementara itu dua narasumber dari Sumsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel Yusuf Wibowo dan Direksi PT JSC.