Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pengusaha tasbih asal Jember, Suyono (49), warga Dusun Krajan RT 003 Kelurahan Tutul, Kecamatan Balung Jember, Jawa Timur bersama anaknya Wahyu Kurniawan (18) mendatangi ruang piket SPKT Polresta Palembang, Selasa (14/3) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kedatangan Suyono tak lain hendak melapor orang yang telah menodong sekaligus membawa kabur hasil usahanya yakni tasbih yang jumlahnya sekitar 250 kodi atau senilai Rp 20 juta.

Kepada petugas piket SPKT Suyono menerangkan, kejadiannya berawal dari kedatangannya ke Kota Palembang menggunakan Bus, tiba di terminal Karya Jaya. Selanjutnya ia bersama anaknya membawa tiga karung tasbih menumpang angkot dan berhenti didepan Monpera.

Karena sudah malam, ia bermaksud menginap di Penginapan Kurnia dengan menggunakan becak. Namun ketika hendak naik becak, datang bentor yang menyalip dan pengemudinya langsung menaikkan barang-barang miliknya. Sempat terjadi adu mulut antara tukang becak dengan pengendara bentor, namun karena pengendara bentor mengancam, membuat tukang becak itu mengalah.

“Anak saya dan barang-barang naik bentor tapi saya jalan kaki karena tidak muat dan juga jaraknya dekat. Waktu tiba di Penginapan Kurnia saya heran kenapa anak saya belum sampai, lalu saya telepon. Ternyata anak saya diturunkan di lampu merah depan Restoran Selatan Indah,” ungkap Suyono.

Ditambahkan oleh Wahyu, waktu tiba di lampu merah depan Restoran Selatan Indah, dirinya disuruh pengemudi bentor untuk turun dan tiga karung tasbih dibawa kabur oleh pelaku.

“Saya diancam pak, dia mengeluarkan pisau. Jika saya tidak turun atau berteriak saya akan dibacok. Saya takut pak makanya saya turun,” aku Wahyu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban mengatakan segera akan menindak lanjuti laporan tersebut.