Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pelaksanaan pemilihan Walikota serta Wakil Walikota  Palembang tinggal hitungan hari, Pengawasan Pilkada tidak mungkin hanya dilakukan Panwaslu saja dengan personil terbatas. Untuk itu Panwaslu Kota Palembang mengajak peranan serta anggota masyarakat  yang tergabung dalam berbagai komunitad untuk bisa melakukan pengawasan.

Demikian diungkapkan Ketua Panwaslu Kota Palembang M Taufik, dalam pelatihan pengawasan partisipatif pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang, Kamis (0/06) dihadapan ratusan anggota masyarakat yang tergabung dalam berbagai komunitas  sekota Palembang di Hotel Horizon Ultima.

“Kita melaksanakan acara ini untuk memberikan wawasan terkait dengan aturan Pilkada dan Pemilu. Serta melibatkan komunitas yang ada dalam mengawasi jalannya Pilkada. Ada 21 komunitas yang kida libatkan hari ini,” jelas Taufik.

Menurut Taufik tujuan pelatihan pengawasan sosialisasi partisipatif untuk  meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pilkada serentak tahun  2018 ini.

“Sosialisasi ini sama seperti sebelumnya,  namun kita memberikan gambaran  kepada anggota masyarakat yang tergabung dalam berbagai komunitas untuk dapat berperan aktif ketika terjadi pelanggaran di daerah tempat mereka tinggal bisa langsung melapor kepada kami,” jelasnya.

Panwaslu berharap, kepada seluruh peserta yang hadir pada kesempatan ini untuk dapat memberikan informasi kepada orang terdekat dan masyarakat atas apa yang telah dipaparkan dalam acara sosialisasi  pengawasan partisipatif. Karena, dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilu terdapat beberapa rambu-rambu pada pelaksanaannya. Hal ini juga untuk menciptakan pilkada yang berintegritas.

“Kami berharap apa yang mereka dapat dari sosialisasi ini,  bisa memberikan pencerahan aturan dalam pelaksanaan pilkada. Jika ada masyarakat atau Calon yang jelas jelas melanggar undang pemilu dapat segera dilaporkan,” ujar Alumnus Muhammadiyah Palembang ini.

Sementara itu salah satu peserta dari komunitas taxi online,  memberikan apresiasi apa yang telah diadakan oleh Panwaslu Kota Palembang. Baginya ini menambah wawasan tentang aturan pilkada dan Pemilu secara keseluruhan.

” Alhamdulillah kami jadi  tahu  ada pelanggaran hukum ketika ada tim calon yang memberikan uang kepada masyarakat  hal ini menjadi perhatian bagi kami penggiat taxi dan ojek online untuk berpartisipasi dalam pengawas pada pilkada juni mendatang, “singkatnya