Bupati Muba nonaktif Dodi Reza Alex Noerdin hadir di persidangan

Detak-Palembang.com – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan suap proyek di Muba digelar menghadiri langsung Bupati Muba nonaktif Dodi Reza Alex Noerdin di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (6/6/22).

Agenda sidang mendengar keterangan para terdakwa saling bersaksi. Dalam kasus ini, terdapat tiga terdakwa yakni, Dodi Reza Alex Noerdin (Bupati Muba nonaktif), Herman Mayori (Kepala Dinas PUPR Muba) dan Eddy Umari (Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Muba).

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Yoserizal SH MH, saksi Eddy Umari juga terdakwa menyebut, aliran dana dari Suhandy tidak ada yang mengalir ke Bupati.

“Aliran dana dari Suhandy tidak ada ke Bupati,” kata saksi juga terdakwa kasus dugaan korupsi fee proyek dinas PUPR Muba tahun 2021

Ia juga mengakui menerima sejumlah fee proyek dinas PUPR Muba 2021 dari Suhandy, sekitar Rp 487 juta.

“Untuk kadis PUPR sekitar 3 persen, PPK 2 persen dan PPATK 1 persen, fee proyek dari Suhandy ke mereka,” kata saksi Eddy Umari dihadapan Majelis Hakim, Senin (6/6/2022)

Ia juga mengatakan, untuk Pokja dan kepala ULP, Suhandy menitipkan sejumlah uang total uang Rp 320 juta untuk diberikan kepada mereka.

“Saya menarik uang tersebut memakai rekening Septian keponakan saya,” ungkap saksi

Ia juga menyampaikan, Suhandy juga menitipkan sejumlah uang untuk diberikan kepada kadis PUPR

“Uang tersebut sekitar Rp 1 Milyar lebih untuk diberikan kepada Kadis PUPR Muba tahun 2021, secara bertahap tidak ada uang buat Pak Bupati dari saya,”ucapnya