Muddai Madang saat sampaikanlah pledoi

Detak-Palembang.com – Kejati Sumsel melalui Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Mohd Radyan SH MH menanggapi pembelaan atau pledoi terdakwa Muddai Madang, Jumat (3/6/2022)

Dikatakan Kasi Penkum, jika pembelaan Muddai Madang akan dijawab Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel dalam Replik pada sidang pekan depan.

“Pembelaan terdakwa akan kita jawab dalam replik, dan untuk Muddai Madang ini yang bersangkutan merupakan terdakwa ditiga perkara, yakni; terdakwa dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya, terdakawa dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel, dan terdakwa di perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Oleh karena itu tuntutannya dilakukan penggabungan dan terdakwa dituntut 20 tahun penjara, serta ada juga tuntutan uang pengganti subsider 9 tahun penjara,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, sedangkan terkait apa yang disampaikan Muddai Madang dalam pleodi itu merupakan hak dari terdakwa.

“Sebab, kalau kami berdasarkan yuridis,” tegasnya.

Masih dikatakannya, jika peldoi atau pembelaan terdakwa Muddai Madang akan disampaikan dalam persidangan Selasa 7 Juni 2022 mendatang.

“Jadi Selasa depan jadwal sidang lanjutan terdakwa dengan agenda pembacaan replik oleh JPU Kejati Sumsel,” ujarnya.

Dilanjutkannya, untuk saat ini pihaknya masih meneliti pleodi dari terdakwa Muddai Madang.

“Kalau untuk pembelaan atau pledoi terdakwa saat ini masih sedang kita teliti, dan nanti pledoi tersebut kita jawab dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang,” tandasnya.

Muddai Madang sebelumnya, Kamis malam (2/6/2022) telah membacakan pledoi atau pembelaan pribadi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang.