Pengadilan Negeri Palembang

Detak-Palembang.com – Penasehat hukum (PH) terdakwa dugaan kasus korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel (BSB) menyatakan, pemberian kredit disebutkannya sesuai kepatuhan perbankan.

Hal itu diutarakan PH Andre SH MH dan Rifal SH MH usai persidangan dua terdakwa pemberian kredit BSB Aran Haryadi (Pimpinan Divisi Kredit Bank Sumsel Babel) dan Asri Wisnu Wardana (Pegawai Analis Kredit Menengah Bank Sumsel Babel), di Pengadilan Tipikor Palembang Selasa (24/5/2022)

“Jadi, kredit itu diproses BSB telah sesuai kepatuhan. Sudah sesuai prosedur baik ekstrenal dan internal,” katanya.

Menurutnya, dalam persidangan saksi telah mengungkapkan jika pengajuan kredit tersebut merupakan usulan.

“Usulan itu sifatnya hanya usulan, bukan saran. Sebab, finalnya ada di komite. Jadi kapasitas pemutus (pemberian kredit) ada di komite. Nah karena kapasitas ada di komite, Pak Aran Haryadi (terdakwa) hanyalah pengusul saja, dan usulan itu tidak wajib,” paparnya.

Dilanjutkan Penasihat Hukum kedua terdakwa, pada sidang kedepan saksi dari pihak Komite Bank Sumsel Babel akan dihadirkan di persidangan.

“Jadi kita dengarkan saja nanti keterangan para saksi dari pihak komite dalam persidangan,” pungkasnya.