Detak-Palembang.com – Plaembang , Harga minyak goreng di Palembang belum juga stabil. Bahkan cenderung tinggi dibandingkan harga normal.

Hal ini mendorong Pemerintah Kota Palembang menggelar operasi pasar murah minyak goreng. Hari ini, operasi pasar murah itu dipusatkan di Pasar Yakin Damai atau Yada, di kawasan Kalidoni, Senin (17/1/2022).

Operasi pasar itu kerja sama Pemkot Palembang dengan Kementerian Perdagangan RI. Total sebanyak 36.792 liter minyak goreng dijual ke masyarakat, di 13 titik pasar di Palembang.

Harganya Rp 11.000 per liter, jauh dibandingkan harga sekarang yang berkisar Rp 18 ribu hingga 20 ribu per liternya.

“Untuk di Pasar Yada, stok minyak hari ini 1.200 liter lebih. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Belilah secukupnya saja. Kita terus upayakan supaya harga minyak goreng kembali stabil,” ujar Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, usai memantau Operasi Pasar Murah di Pasar Yada.

Ia menyebutkan, operasi pasar ini untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan, sekaligus menekan harga minyak di pasaran, supaya stabil.

Fitrianti mengatakan pula, pihaknya melalui Dinas Perdagangan juga akan bekerja sama dengan Asosiasi Unggas untuk menjaga agar harga ayam maupun telur juga tidak meningkat.  

“Saat mereka memasok dagangannya, harus dengan sepengetahuan Pemkot Palembang. Jika ada kenaikan harga, maka pemerintah bisa antisipasi. Sehingga kita bisa evaluasi dan juga memantau. Jangan sampai harga ayam dan telurnya naiknya tidak terkendali,” kata Fitrianti.

Ia tak ingin kejadian pada 2021 terulang, di mana harga sembako dan daging naik drastis, cenderung tidak terkendali,” kata Fitrianti.

Ia tak ingin kejadian pada 2021 terulang, di mana harga sembako dan daging naik drastis, cenderung tidak terkontrol.

“Karena itu, ,melalui operasi pasar ini, kita juga mengontrol harga sembako,” ujar Fitrianti.

Yanti, warga Kalidoni, bersyukur pemerintah cepat merespons kenaikan harga sembako seperti minya goreng, dengan sigap menggelar operasi pasar.

“Alhamdulillah, walaupun pembeliannya dibatasi, harganya terjangkau, Rp 11 ribu per liter. Harapan kita pemerintah tetap terus melaksanakan operasi pasar hingga harga sembako kembali normal,” ujar Yanti. (*)