Detak-Palembang.com – OKU – Insiden putusnya Jembatan Gantung penghubung Desa Lontar dan Desa Kemala Jaya dengan Desa Tangsi Lontar menjadi sorotan berbagai pihak, salah satunya dari seorang pemuda bernama Hairil Anuar (27) yang merupakan putra asli desa setempat.

Anuar mengatakan, dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang saat ini sedang melakukan pembangunan Jembatan Beton penghubung antara Desa Tangsel Lontar dengan Desa Lontar dan Kemala Jaya, agar berkaca dari kejadian putusnya Jembatan Gantung Senin, (18/10/20210) tadi pagi.

“Jangan sampai kualitas bangunan yang sedang dikerjakan saat ini tidak sesuai yang direncanakan dan nasibnya sama seperti Jembatan Gantung yang baru saja rusak diterjang arus Sungai Ogan dikemudian hari nanti,” ujar Anuar saat diminta keterangan oleh siberkota.com.

Oleh karena itu, lanjut Anuar, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel maupun DPRD Kabupaten OKU agar menjalankan tugas dan fungsinya yaitu melakukan pengawasan terhadap anggaran pembangunan proyek tersebut untuk memastikan tidak ada pengurangan kualitas material bangunan dibawah spesifikasi teknis.

“Karena jika ini luput dari pengawasan, dapat membahayakan dan merugikan orang banyak seperti akses terhambat, tadinya jarak tempuh dekat malah menjadi jauh, dan tentunya berdampak dan menghambat ekonomi masyarakat,” jelas CEO Wangsakaragroup.com itu.

Diketahui, anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan Jembatan Penghubung Desa Lontar Kab. OKU (Bangunan Bawah dan Jalan Pendekat) senilai Rp. 9.849.824.000,00 yang dimenangkan oleh PT. Ladang Makmur yang berkantor di Jalan Prajurit Nazarudin No. 122 Rt. 21 Rw. 05 Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni Palembang, Kota Palemban, Sumatera Selatan.

Anuar berharap kepada perusahaan pemenang tender, membangun jembatan tersebut dengan baik dan dapat di contoh di daerah lain. “Jangan sampai terjadi pengurangan speak matrial dan bahan. Masyarakat juga harus ikut terlibat dalam pengawasan pembanguannya,” tegasnya.