Pelaku ini mengaku bisa mengambil uang secara gaib sebesar Rp 12 Miliar

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Motif dukun palsu membuat Zainal Arifin Syukri (50) warga Kalidoni meraup uang Rp 1 Miliar dari korbannya. Dia berdalih bisa mengambil uang secara gaib senilai Rp 12 Miliar.

Namun akhirnya korban BA (66) sadar merasa tertipu melaporkan dukun palsu ke SPKT Polrestabes Palembang. Alhasil, pelaku ditangkap Unit Pidana Khusus (Pidsus) dirumahnya kawasan Kalidoni Sabtu,(25/9/2021).

Saat dikonfirmasi Kasi Humas Polrestabes Palembang, Kompol Abu Dani membenarkan adanya penangkapan dengan motif dukun palsu tersebut.

“Pelaku sudah kita amankan sekarang masih ditindaklanjuti oleh Pidsus,”katanya Sabtu,(25/9/2021).

Diakuinya korban awalnya dibujuk oleh pelaku untuk mengambil uang gaib. Dia mengaku bisa mengambil uang itu dengan syarat harus membayar uang ritual.

“Kerugian korban itu karena harus diminta membayar uang ritual,”jelasnya

Kronologis penipuan disebutkan telah berlangsung sejak lama hingga korban mengalami kerugian miliaran rupiah. Awalnya korban bertemu pelaku pada bulan Desember 2020.

Dia mengaku bisa menarik uang gaib senilai Rp 12 Miliar dengan syarat pertama korban hanya harus membayarnya Rp 10 juta..Lalu beberapa lama pelaku menghubungi lagi karena uang ritual kurang.

“Korban kembali menyerahkan uang kepada terlapor. Lagi terlapor terus membujuk dan merayu korban agar selalu memberikan uang, apabila terlapor meminta. Alasan untuk membeli bahan ribual seperti ayam cemani, minyak turki dan bayi perawan dengan harga yang mahal,”jelasnya

Dilanjutkannya korban terus menyerahkan uang baik diserahkan langsung maunpun ditransfer ke rekening milik pelaku. Alhasil uang terus dikeluarkan itu hingga total mencapai Rp. 1.282.000.000.

“Akhirnya dia sadar bawah ini penipuan dna melaporkan kasus ini,”pungkasnya.

Polisi pun mengamankan barang bukti berupa Buku Tabungan Bank Mandiri milik pelaku, ATM Mandiri milik korban, rekening koran Bank Sumsel Babel milik korban dan ponsel Samsung sebagai alat mereka berkomunikasi selama penipuan.