Wako Palembang Harnojoyo saat meninjau perdana SMP N 7 kembali sekolah lagi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Langkah kaki kegembiraan terdengar dari gerbang pintu masuk SMP N 7 di Jalan Ahmad Yani, Plaju. Hari ini Senin, 6 September 2021, jadi momentum dimana hampir 2 tahun seragam putih biru bisa digunakan lagi para pelajar.

Sekolah perdana terlihat jadi pemandangan baru, sebelum sampai ke ruang kelas mereka harus melewati beragam rangkaian.

Baru datang pelajar harus stop di pintu gerbang. Lalu dijemput oleh guru mengantarkan pelajar melakukan proses digital infrared thermo meter dilanjutkan mencuci tangan. Barulah mereka bisa duduk di bangku sekolah yang telah diatur jaraknya.

Momen sekolah perdana SMP N 7 di saksikan Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo yang datang pukul 08.00 WIB. Dia menggunakan stelan seragam safari warna hitam ditemani istri tercinta Selviana menggunakan baju kebaya hijau yang langsung masuk ke salah satu ruangan sekolah. Harnojoyo menyapa dan kemudian membuka masker dan berbincang dengan para pelajar.

Harnojoyo saat menyapa dan berbincang dengan para pelajar di SMP N 7

“Kalian pasti sudah rindu sekolah, semoga apa yang kita lakukan ini bisa jadi amanah anak-anak sekalian. Jangan lupa belajar yang rajin tuntutan cita cita dan patuhi aturan sekolah tatap muka dengan mengacu kepada protokol kesehatan,”katanya.

Dihadapan awak media Harnojoyo menyebutkan, sudah waktunya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM).

“Hari ini dari 61 SMP sudah 30 melaksanakan PTM. SD ada 250 sudah melaksanakan PTM 90 sekolah. Sedangkan PAUD dari setiap Kecamatan ada 3. Kenapa kita lakukan ini karena sudah waktunya,”ucapnya.

Menurut trend Covid-19 di Palembang sudah menurun. Lalu Pemprov Sumsel pun telah membuka SMA dan SMK. Dia pun yakin kondisi aman apabila anak kembali ke sekolah.

“Semuanya sudah diatur mulai dari mereka datang sampai masuk kelas di jaga betul protokol kesehatannya,”jelasnya.

Namun Harnojoyo juga memberikan keringanan apabila orang tua murid menolak untuk melepas anaknya kembali ke sekolah diperbolehkan.

“Kita juga lakukan pilihan apabila orang ada yang memiliki sekolah online bukan offline ke sekolah kami juga persilahkan,”pungkasnya