Ketua MUI Kota Palembang, Saim Marhadan

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang memberikan fatwa agar masyarakat menjalankan ibadah salat Id di rumah saja.

Hal itu berdasarkan rujukan dari surat edaran Kementerian Agama (Kemenag) dan MUI Pusat. Lantaran selama penerapan pengetatan PPKM dan PPKM Darurat tengah diberlaku di Indonesia.

“Selama pandemi Covid-19 ini kita harus tetap patuh dan disiplin. Karena menjaga jiwa adalah lebih utama dari yang lain-lain karena ibadah itu bisa dilaksanakan di rumah, artinya bukan tidak melaksanakan ibadah,” kata Ketua MUI Kota Palembang, Saim Marhadan Rabu, (14/7/2021).

Menurutnya MUI hanya mengimbau dan tidak punya kewenangan mencegah jika ada masyarakat yang masih menyelenggarakan Salat Idul Adha.

“Kalaupun tetap ingin melaksanakan Salat Idul Adha harus tetap dengan protokol kesehatan, atau masjid menyiapkan masker, kemudian menjaga jarak dan mencuci tangan. Namun jika masih dalam kondisi PPKM, sebaiknya Salat di rumah saja,” ucapnya

Sementara itu terkait pemotongan hewan kurban. MUI Palembang mengimbau masyarakat menghindari kerumunan.

“Caranya tidak usah menyaksikan pemotongan hewan kurban. Daging cukup diantar panitia kurban ke rumah-rumah warga. Ini juga diharapkan dapat mencegah penularan Covid-19.”ucapnya

Sebelumnya Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas meminta umat Islam yang berada di daerah PPKM Darurat di Jawa dan Bali melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah masing-masing.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menag Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi di wilayah PPKM Darurat.

“Jadi kami minta supaya takbiran dan Shalat Idul Adha di wilayah PPKM Darurat dilakukan di rumah masing-masing,” katanya.