Gedung Kejati Sumsel di Jakabaring

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin mangkir dari panggilan Kejati Sumsel hari ini Kamis,(8/4/2021). Dia seharusnya diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

Saat dikonfirmasi Kasi Penerangan dam Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman mengatakan, pihaknya berencana akan kembali melayangkan surat pemanggilan kedua.

“Karena yang bersangkutan tidak hadir pada pemanggilan pertama maka saat itu awalnya saksi tersebut minta diagendakan Kamis 8 April 2021 (hari ini). Tapi oleh Kejati Sumsel pemeriksaannya diagendakan di hari Kamis 15 April 2021 mendatang. Jadi kita sudah layangkan surat pemanggilan kedua untuk saksi Alex Noerdin,”jelasnya

Diterangkannya, dalam dugaan kasus ini Alex Noerdin diperiksa sebagai saksi untuk pertama kalinya.

“Jadi sebelumnya yang bersangkutan belum pernah diperiksa sebagai saksi dalam perkara ini,”pungkasnya

Kejati Sumsel Hari Ini Panggil Tiga Saksi

Sementara itu hari ini, Kejati Sumsel memanggil tiga saksi dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang Kamis (8/4/2021).

Adapun tiga saksi yang dipanggil tersebut, yakni; Ahmad Nasuhi (mantan Plt Kabiro Kesra Sumsel), Akhmad Najib (mantan Asisten Kesra Sumsel), dan Mudai Madang (mantan Bendahara Yayasan Masjid Sriwijaya).

“Jadi hari ini ada tiga saksi tersebut yang dipanggil terkait penyidikan dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang,” kata Kasi Penerangan dam Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman.

Diungkapkannya, ketiga saksi yang dipanggil guna diperiksa sebagai saksi untuk keempat tersangka, yang sebelumya telah ditetapkan oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel.

“Jadi ketiga saksi dipanggil untuk diagendakan diperiksa guna menyempurnakan berkas perkara penyidikan keempat tersangka,” tandasnya.

Dari kasus ini telah di dapatkan empat tersangka ditetapkan Kejati Sumsel dan telah ditahan di Rutan Pakjo dan Rutan Merdeka Palembang.

Yakni; Eddy Hermanto (mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya), H Syarifudin (Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya), Ir Dwi Kridayani (Kuasa KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya), dan tersangka Ir Yudi Arminto (Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya).