Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kasus bandar judi Baccarat telah dinyatakan P21 atau lengkap akan segera di sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Hal itu dikatakan oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH, menyebutkan, saat ini berkas perkaranya sudah dilimpahkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang, untuk segera disidangkan.

Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH

“Ya kemarin, Rabu (17/3/2021), berkas perkaranya sudah dilimpahkan oleh tim penuntut umum ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang, untuk selanjutnya tinggal menunggu penetapan persidangan saja,”katanya Jumat,(19/3/2021)

Menurutnya, teknis persidangan nanti itu merupakan wewenang dari pihak Pengadilan, kemungkinan masih sidang secara virtual karena mengingat situasi saat ini masih pandemi Covid-19.

Diketahui, dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Palembang dengan nomor perkara 320/Pid.B/2021/PN Plg, tersangka Asuandi alias Acid sebagaimana terlampir dijadwalkan akan menjalani sidang perdana dengan pembacaan dakwaan pada Kamis (25/3/2021) pekan depan.

Sebelumnya, tersangka Acid sempat melarikan diri pada saat penggerbekan tempat judi di wilayah Taman Kenten Palembang, beberapa waktu yang lalu dan ditangkap oleh tim Jatanras di wilayah Lampung pada Selasa (24/11/2020) lalu.

Arena judi Baccarat yang berada di Jl Taman Kenten, Nomor 8, Kelurahan Duku, Kecamatan IT II Palembang yang baru saja dua hari buka digerebek Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (31/8/2020) lalu.

Selain mengamankan 22 orang pemain polisi juga turut mengamankan 10 orang pegawai arena judi Baccarat yang dalam persidangan kesepuluh pegawai tersebut divonis dengan pidana penjara masing-masing selama 5 bulan.

Dari keterangan kesepuluh karyawan tersebut dalam persidangan hampir semuanya menyebut nama Asuandi alias Acid sebagai pemilik sekaligus bandar judi di Arena Judi Baccarat dengan upah rata-rata Rp 100 hingga Rp 250 ribu perhari.