Detak-Palembang.com PALEMBANG – Rencana pindah kantor Wali Kota Palembang di Jalan Merdeka ke Keramasan dinilai kurang menjanjikan. Lantaran proses pelayanan terhadap masyarakat dirasakan akan terganggu.

Terlebih lagi Pemerintah Kota (Pemkot) dikabarkan tengah menawarkan revitalisasi gedung ledeng ke investor. Hal itu ditawarkan dalam bentuk Build Operate Transfer (BOT) untuk dikelola sebagai pusat bisnis pariwisata.

Hal itu dikatakan Pengamat Kebijakan Publik Permana. Dia menilai kawasan yang bukan pusat Kota bukalah tempat yang menjanjikan untuk kantor Wali Kota.

“Jadi kalau rencana dipindahkan ke Keramas menurut pemikiran saya kurang menjanjikan,”katanya Minggu,(7/3/2021)

Menurutnya kantor Wali Kota berbeda dengan kantor Gubernur. Meskipun nantinya keduanya akan berada sama di Kecamatan Keramasan Palembang.

“Pemkot berbeda dengan Pemprov!
Kalau Pemprov wakil dari pemerintah pusat untuk memfasilitasi 17 Kabupaten Kota di Indonesia. Artinya berkantor di daerah bukan pusat kota tidak ada kendala,”ujarnya

“Tetap Pemkot itu fungsi pelayanan perizinan jasa terhadap masyarakat. Artinya kantor Wali Kota harus berada di tempat strategis seperti sekarang,”sambungannya.

Namun menurutnya apabila nantinya tetap dilakukan pindah kantor. Permana memastikan, pihak Pemkot harus memperhatikan tiga poin.

“Apabila memang harus pindah sebelumnya Pemkot memastikan dulu tiga poin. Secara ekonomi, teknik dan fisik itu persyaratan dipastikan sebelum pindah,”pungkasnya