Propam saat melakukan pemeriksaan senpi anggota polisi Polrestabes Palembang

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Viralnya aksi pembunuhan dilakukan oleh oknum polri dengan menggunakan senjata api (senpi) ternyata juga berdampak ke aparat kepolisian Polrestabes Palembang.

Lantaran hari ini Senin,(1/3/2021) terjadi apel dadakan untuk menertibkan penggunaan senpi. Waka Polrestabes Palembang AKBP Andes Purwanti memberikan imbauan kepada anak buahnya terkait mandat dari Mabes Polri.

“Sesuai dengan aturan senjata yang habis masa ijinnya, harus di urus ulang jika tidak mau senjatanya di cabut,” kata Andes dalam memimpin apel dihalaman depan Mapolrestabes Palembang, Senin (1/3/2021).

Apel mendadak ini dilakukan di depan 203 personil dari Opsnal.

“Tolong gunakan sarung yang benar, jadi tidak tertembak sendiri, terjatuh dan hilang. Tolong untuk anggota Opsnal senjatanya tetap dipakai sarung, dan senjata habis ijin akan ditarik senjata makanya segera di urus kalau ada kendala bisa menemui saya, karena ini atensi dan tolong di jaga,” jelas Andes.

Lanjut Andes, penggunaan senjata api harus lah berhati-hati tidak usah bergaya seperti koboi. Aturan khususnya atensi Kapolda Sumsel harus benar-benar di jalankan semua personil Opsnal.

“Terakhir yang mengikuti tes Safety latihan menembak di jaman Kapolrestabes Kombes Pol Anom Setyadji ada 150 orang baik dari Opsnal maupun Staf dan nilainya di atas 60 itu hanya 20 orang, jadi penggunaan senjata harus sesuai prosedur. Tidak sok jago nembak,” tukasnya.

Pantauan di lapangan, semua anggota Opsnal mengikuti apel tanda terkecuali. Dengan di kawal langsung anggota Propam Polrestabes Palembang, satu persatu anggota Opsnal yang berbaris dilapangan di periksa ijin senjata dari propam yang disaksikan langsung Waka Polrestabes Palembang AKBP Andes Purwanti, didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana, Waka Sat Reskrim, Kompol Willian Harbensyah.

Selain ijin penggunaan senjata anggota juga terlebih dahulu di tes urin, ada beberapa anggota di temukan senjatanya yang sudah hampir habis ijinnya.